Barito Kuala, 27 Agustus 2025 – HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) sukses meluncurkan website Teaching and Learning Certification (TLC) dan membuka program Open Class. Acara peluncuran ini diselenggarakan di Auditorium Nurhayati Building, pada Rabu (27/8/2025). Acara ini juga menjadi salah satu bagian dari rangkaian Seminar Kolaborasi Riset Internasional Bersama Institusi Mitra Global Multicultural Society Research Institute, Bunkyo Gakuin University, Jepang, serta dihadiri oleh 351 peserta dari berbagai jenjang dan instansi pendidikan, dengan 80 peserta hadir secara offline dan 271 peserta bergabung secara daring dari seluruh Indonesia. Hal tersebut menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi terhadap inovasi pendidikan ini.
Program Open Class: Ruang Kolaborasi Pembelajaran Terbuka

Ubaidillah, S.Pd., Head of Curriculum and Content Development HAFECS, menjelaskan konsep Program Open Class yang merupakan hasil kolaborasi antara HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) dengan GIBS (Global Islamic Boarding school). “Program Open Class merupakan suatu ruang belajar yang terbuka, sebagai sarana refleksi dan inspirasi bagi para pendidik,” ujar Ubaidillah.
Dalam paparannya, Ubaidillah menekankan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung pengimplementasian TMF (Teaching Mastery Framework), sebuah framework yang dikembangkan oleh HAFECS dan merupakan kumpulan kompetensi yang harus dimiliki seorang guru untuk bisa mengajar secara efektif. Program ini dirancang dengan pendekatan ruang kelas terbuka, dimana akan dilaksanakan observasi serta diskusi untuk bersama-sama mencari ide-ide baru dalam dunia pendidikan.
Peluncuran WebsiteTLC: Standarisasi Pembelajaran Efektif

Acara peluncuran tersebut kemudian dilanjutkan oleh pemaparan oleh Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si., Gr., Head of Teaching & Learning Certification of HAFECS, dalam laporannya mengenai pencapaian dan launching TLC. Yudhistira menjelaskan bahwa TLC berfokus pada standarisasi berjalannya TMF dalam pembelajaran efektif. “TLC dirancang untuk memastikan kualitas dan konsistensi dalam implementasi metodologi pembelajaran,” jelasnya. Ia juga memaparkan secara detail mengenai aspek-aspek dalam TMF dan bagaimana proses pembagian level dalam sistem TLC.
Dalam pemaparannya, Yudhistira juga menyoroti bahwa pengembangan TLC ini merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen HAFECS dalam mengembangkan talenta lokal serta mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.
Penandatanganan dan Penghargaan Tim Pengembang

Puncak acara ditandai dengan seremoni penandatanganan serah terima untuk launching TLC yang melibatkan tiga mitra kampus sebagai penyerah, yaitu Politeknik Negeri Banjarmasin, yang diwakili oleh H. Ahmad Rizani, ST., MT., Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, yang diwakili oleh Wagino, S.Kom., M.Kom., dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, diwakili oleh Kamarudin S.Kom., M.Kom.
Tim pengembang aplikasi TLC yang terdiri dari delapan mahasiswa juga mendapat penghargaan atas dedikasi mereka yang luar biasa, diantaranya dari Politeknik Negeri Banjarmasin, yaitu Hamas Akif Sanie, A.Md.Kom (Teknik Informatika), Novia Ayu Fitriana, A.Md.Kom (Teknik Informatika), Muhammad Nabil Saputra, A.Md.Kom (Teknik Informatika), Nida’an Khafiyya, A.Md.Kom (Teknik Informatika), Andaria Bororing Efrandrico Deandel, A.Md.Kom (Teknik Informatika), dan Raihani Raziqin, S.Tr.Kom (Sistem Informasi Kota Cerdas). Kemudian dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, yaitu Teguh Tjandra (Teknik Informatika), serta dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, yaitu Yudha Rifqi Ananta (Teknik Informatika).

Peluncuran website TLC dan program Open Class ini menandai komitmen serius HAFECS dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi teknologi dan metodologi pembelajaran yang terstandarisasi. Dengan dukungan dari berbagai perguruan tinggi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, capaian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan yang dapat dikenal secara lebih luas di Indonesia.
Jurnalis: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik