RADARSEMARANG.IDSEMARANG – Menghadapi tantangan era society 5.0 khususnya di bidang pendidikan, guru dituntut untuk meningkatkan kualitas dalam mempercepat transformasi pendidikan. Mereka diharuskan mampu mengelola informasi dan pengetahuan untuk dapat mengambil keputusan yang berkualitas.

“Tantangannya kembali pada guru itu sendiri. Seberapa mampu para guru mengembangkan pola pikir sehingga memiliki kemampuan mencerna dan mengolah informasi serta membuat keputusan yang berkualitas,” ujar Zulfikar Alimuddin, Direktur Global Islamic Boarding School (GIBS) sekaligus Direktur of HAFECS

Menurutnya ada 3 indikator seorang guru dapat dikatakan telah mampu mengembangkan daya pikir. Antara lain dengan melihat perilaku siswa, kemampuan siswa dalam belajar dilihat dari hasil ujian nasional, serta melihat kebiasaan siswa dalam menghabiskan waktu apakah mereka melakukan sesuatu yang positif, atau justru sebaliknya melakukan hal negatif yang destruktif terhadap diri siswa.

“Semua indikator ini dapat melihat kemampuan guru dalam memberikan pengajaran kepada siswa. Semakin siswa berperilaku dan mendapat hasil belajar yang positif maka kemampuan guru dalam mengajar juga semakin baik, begitu pula sebaliknya,” lanjutnya ketika menjadi pembicara dalam acara School Leader Gathering Meningkatkan Kualitas Guru dan Mengaktifkan Peran Masyarakat dalam Mempercepat Transformasi Pendidikan Menuku Era Society 5.0 di Hotel Horison Semarang, Kamis (23/4).

Pihaknya sebagai salah satu pegiat pendidikan berkomitmen untuk membantu guru meningkatkan kompetensi dengan memberikan pelatihan dan menyiapkan program-program yang menyentuh akar permasalahan. Sehingga tidak hanya menyajikan pelatihan yang normatif tapi juga menyeluruh dengan melihat kemampuan siswa belajar setiap harinya di kelas bukan sekedar hanya sewaktu tugas akhir saja.

“Kami mengundang 33 kepala sekolah dari berbagai sekolah, baik dari Semarang maupun luar Semarang seperti Grobongan, Kendal, Pati untuk memberikan pelatihan dan mentoring mengembangkan kompetensi guru dengan 12 program pengembangan seperti Teaching and Learning Summit 2019, Teaching Challenge, Training on Trainers, PPL, Teachers Academy dan masih banyak lainnya,” ujar Muhammad William Rahaditama, Program Director HAFECS ketika ditemui RadarSemarang.id.

Ke depannya William berharap program pelatihan guru ini akan rutin diselenggarakan di Semarang dan dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan di kota Semarang sehingga mampu mengupgrade kemampuan guru menjadi lebih baik.

“Selain itu juga perlu adanya peran pemerintah dalam mengembangkan sistem penilaian guru yang berstandar pada proses belajar siswa di kelas, bukan pada penilaian administrasi guru dari ujian siswa. Nantinya dalam tiga hingga lima tahun ke depan, seluruh guru di Indonesia telah mampu mengembangkan kemampuan. Karena untuk membentuk anak didik yang berkualitas, perlu seorang guru yang memiliki kemampuan berkualitas pula,” pungkasnya. (Cr4/web/ap)

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

× Hallo kami siap membantu Anda