Barito Kuala – HAFECS bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sukses menyelenggarakan Diklat Berjenjang Teaching Mastery Framework (TMF) bagi guru PAUD/TK. Program yang diikuti oleh 84 peserta ini dilaksanakan secara blended learning, memadukan pembelajaran daring pada 15–17 Mei 2026 dan pembelajaran luring di Banjarmasin pada 19–23 Mei 2026.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional guru PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Selama rangkaian diklat, peserta memperoleh materi yang komprehensif mulai dari pengembangan kurikulum, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar

Pada sesi daring, peserta mengikuti materi mengenai Pengembangan Kurikulum di Satuan PAUD, Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler dan Kokurikuler, Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini, Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini, Penyelenggaraan Program Pemberdayaan Orang Tua, Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Media Digital dalam Pembelajaran PAUD, serta Pelaporan Perkembangan Anak Usia Dini. Sesi ini menjadi bekal konseptual sebelum peserta mengikuti pembelajaran tatap muka.

Memasuki sesi luring, kegiatan diawali dengan keynote bertema “Hak-Hak Anak dalam Sistem Hukum Indonesia” yang memberikan perspektif mengenai pentingnya perlindungan hak anak sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Selanjutnya peserta mendalami berbagai materi praktik yang disampaikan oleh para narasumber berpengalaman, seperti Mengajar Bermakna dengan Pedagogical Content Knowledge (PCK), Etos Kerja Pendidik PAUD, Cara Belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Satuan PAUD, Membangun Kemampuan Literasi dan Numerasi Anak Sejak Dini, Media Digital Pembelajaran PAUD, Koding Ceria dengan Bermain Logika dan Kreativitas Sejak Dini, hingga Kebijakan dan Program Pembinaan Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal.

Seluruh materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, praktik, studi kasus, dan presentasi rencana implementasi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga mampu menyusun strategi penerapan di satuan pendidikan masing-masing. Pada akhir kegiatan, peserta mempresentasikan rencana implementasi hasil pembelajaran sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan praktik-praktik terbaik di lingkungan sekolah.

Berbagai narasumber yang terlibat dalam diklat ini berasal dari praktisi, akademisi, dan fasilitator pendidikan, di antaranya Zakiah, S.Pd., Drs. Dedey Rusyadi, Rabiatul Adawiyah, S.Ag., Janatul Ma’wa, S.Pd., M.Pd., Taufik Hidayat, S.Si., Gr., Danang Bagus Yudistira, M.Sc., Noor Kholipah, S.Pd., Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si., Gr., Aulida Mardiari, S.Pd., Ir. Komarudin, M.Pd., M.Si., serta H. Hairansyah, S.H., M.H. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan yang luas sekaligus memperkaya pengalaman belajar peserta melalui berbagai perspektif dan praktik terbaik dalam pendidikan anak usia dini.

Melalui kolaborasi antara HAFECS, HIMPAUDI, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara, program Diklat Berjenjang TMF diharapkan mampu menghasilkan pendidik PAUD yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas bagi anak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD melalui penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Jurnalis: Syifa’an Kamila