Banjarbaru – HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Guru SMP Berbasis Literasi dan Numerasi untuk Peningkatan Mutu Rapor Pendidikan se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Peningkatan Literasi dan Numerasi melalui Kompetensi Pengajaran untuk Menunjang Perbaikan Mutu Pendidikan di Kab. Hulu Sungai Selatan” ini dilaksanakan secara luring pada Rabu-Jum’at, 12–14 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Program ini diikuti oleh 37 guru SMP yang mewakili 37 sekolah dari seluruh 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mulai dari Kandangan, Daha Selatan, Padang Batung, Daha Utara, Sungai Raya, Telaga Langsat hingga Angkinang, Daha Barat, Kalumpang, Simpur, dan Loksado. Dengan keterwakilan sekolah yang merata di seluruh kecamatan, kegiatan ini berpotensi memberikan dampak pembelajaran kepada lebih dari 2.400 siswa SMP. Para peserta didominasi oleh guru pengampu mata pelajaran fondasional literasi dan numerasi, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, serta sejumlah mata pelajaran lainnya.
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi guru di ruang kelas, seperti membangun motivasi dan partisipasi aktif siswa, mengelola keragaman kemampuan awal murid, menjaga fokus belajar, hingga mendampingi karakter siswa pada masa transisi remaja. Oleh karena itu, rangkaian bimtek difokuskan pada keseimbangan antara penguatan konsep dan praktik aplikatif agar menghasilkan teknik pengajaran konkret yang dapat langsung diterapkan di kelas tanpa menambah beban administrasi guru.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendalami tujuh topik komprehensif terkait penguatan literasi dan numerasi. Kegiatan dilaksanakan dalam 7 sesi, sesi pertama diawali dengan materi Pembelajaran Berbasis Numerasi, dilanjutkan dengan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan Hubungannya dengan Literasi-Numerasi, Pembelajaran Berbasis Literasi, serta Lingkungan Belajar yang Mendukung Kemampuan Literasi dan Numerasi Anak. Selanjutnya, peserta juga dibekali materi Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi, Menguatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Menggunakan STEM, hingga ditutup dengan sesi Merancang Program Lingkungan dan Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi.
Seluruh sesi dikemas secara interaktif melalui pemaparan kontekstual, eksperimen, diskusi kelompok, bedah studi kasus nyata, hingga penyusunan draf program kerja. Rangkaian sesi ini dipandu langsung oleh para trainer berpengalaman dari HAFECS, yakni Aulida Mardiari, S.Pd., Danang Bagus Yudistira, M.Sc., Ubaidillah, S.Pd., Gr., dan Desnalia Sari, S.Pd. Kehadiran para narasumber tidak hanya membekali peserta dengan kerangka konseptual, tetapi juga mendampingi guru merancang strategi pembelajaran aktif dan berdiferensiasi yang relevan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Pelaksanaan bimtek ini memberikan dampak positif yang nyata bagi kesiapan mengajar para guru. Perbandingan evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan memperlihatkan lonjakan pemahaman yang kuat pada hampir seluruh peserta, dengan kenaikan rata-rata nilai dari 94 pada pre-test menjadi 124 pada post-test. Peningkatan paling menonjol terlihat pada kesiapan guru dalam memahami serta mempraktikkan pembelajaran berbasis numerasi dan literasi secara langsung di ruang kelas. 
Antusiasme peserta juga tampak dari tingginya apresiasi terhadap keseluruhan materi, kompetensi trainer, metode pelatihan yang aplikatif, hingga konsep acara. Para guru menilai sesi bimtek ini tidak hanya menambah kapasitas diri, tetapi juga membuka kesadaran baru serta mengubah cara pandang (mindset) mereka dalam menciptakan pembelajaran yang lebih hidup dan berpusat pada murid. Kesan positif tersebut turut diungkapkan langsung oleh para peserta:
“Sesi bimtek ini terasa berbeda karena pendekatannya yang sangat interaktif, berbasis studi kasus nyata, dan langsung menghasilkan draf kerja yang bisa digunakan peserta, bukan sekadar pemaparan teori satu arah yang monoton.” — Budi, S.Pd. (SMPN 3 Daha Utara)
“Saya paling suka karena kegiatan ini memberikan banyak contoh pembelajaran literasi dan numerasi yang mudah diterapkan di kelas.” — Rusmila Rahim (SMPN IT Tarbiyatul Furqan)
Pascapelatihan, para peserta berkomitmen melakukan inovasi metode dan asesmen pembelajaran, mengintegrasikan literasi-numerasi serta pendekatan STEM di kelas, sekaligus berbagi praktik baik bersama rekan sejawat di sekolah masing-masing. Melalui kolaborasi antara HAFECS dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui pendampingan penerapan di sekolah, perluasan pelatihan lintas mata pelajaran, hingga penguatan kompetensi koding dan kecerdasan artifisial guna mendorong peningkatan mutu Rapor Pendidikan se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara berkelanjutan.
DOKUMENTASI KEGIATAN
Opening Ceremony

Trainer

Sesi Kegiatan


Jurnalis: Farida Hayati, Raihani Raziqin, dan Siti Rahmah


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?