Barito Kuala – Peran kampus dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata kampus dalam membantu memecahkan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Dalam hal ini, program studi Teknik Rekayasa Multimedia (TRM) Politeknik Hasnur berkolaborasi dengan HAFECS Research and Publication (HRP) dalam mengembangkan sistem platform bernama PsyTeens. Platform ini merupakan sebuah sistem survei kesehatan mental berbasis web yang dirancang untuk mengukur tingkat stres siswa secara objektif. HRP sebagai lembaga riset dalam bidang pendidikan memastikan bahwa instrumen yang digunakan valid, reliabel, dan sesuai standar psikologi modern, yang dalam hal ini dibantu langsung oleh Psikolog Global Islamic Boarding School (GIBS). 

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2025 di SMA Negeri 5 Banjarmasin, yang dimana 28 Siswa, Guru BK, dan Wali Kelas terlibat langsung menjadi target dalam kegiatan ini. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mendukung sekolah dalam melakukan deteksi dini gangguan stres, serta memberikan intervensi psikologis yang tepat bagi siswa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi 3 sesi utama, yaitu Sesi Konseling Awal bersama Psikolog dan Konselor GIBS. Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi pemaparan terkait teknis dan penggunaan dari platform PsyTeens oleh Tim program studi TRM Politeknik Hasnur. Terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi Konseling kembali bersama Psikolog dan Konselor GIBS.

Dalam pelaksanaannya, HRP membagikan survei digital pada beberapa siswa SMA Negeri 5 Banjarmasin untuk menuangkan pendapat mereka terkait hal-hal apa saja yang mereka alami maupun yang didapatkan dari keseluruhan sesi yang telah diikuti. 

Berdasarkan grafik di atas, sebagian besar siswa merasa bahwa stres dan tekanan yang dialami memberikan pengaruh dalam meraih impian atau cita-cita yang dimiliki. Stres atau tekanan yang dialami oleh siswa ini dipengaruhi oleh berbagai  macam faktor, seperti berikut:

Rasa tidak percaya diri (insecure) dan tuntutan akademik seperti tugas, ujian, dan nilai menjadi dua faktor utama yang memengaruhi siswa SMAN 5 Banjarmasin merasa stres dan menjadi salah satu penghambat bagi para siswa untuk meraih impian mereka. Berdasarkan hasil survei, stres yang dialami memiliki reaksi tersendiri bagi tubuh mereka, misalnya seperti jantung berdebar atau keringat dan sulit berkonsentrasi saat belajar.

Dalam strategi penanganan dan pengelolaan stres, sebagian besar siswa merasa bahwa mereka mampu mengatasi stres yang mereka alami. Cara yang mereka lakukan dalam mengatasi stres yang dialami biasanya dengan bercerita ke orang-orang terdekat, seperti sahabat dan teman dekat atau bahkan memendam sendiri masalah yang dirasakan.

Melalui grafik di atas, terlihat bahwa skor pengetahuan siswa terkait definisi stres dan strategi dalam pengelolaannya mengalami peningkatan setelah mengikuti sesi (8/10) dibandingkan sebelum mengikuti sesi (6.8/10). Hal ini dapat menjadi dasar bahwa sesi konseling yang diberikan kepada siswa memberikan dampak bagi peningkatan pemahaman siswa terkait definisi stres dan bagaimana cara mengelolanya. Hal ini juga dibuktikan dengan beberapa jawaban siswa yang menyatakan bahwa setelah mengikuti sesi ini siswa menjadi paham bagaimana pentingnya mengelola dan mengubah pola pikir dalam mengatasi  stres yang dialami.

Tidak hanya memberikan dampak bagi pengetahuan siswa terkait stres dan cara mengatasinya, sesi ini juga memberikan dampak untuk membantu siswa dalam meringankan beban pikiran melalui sesi konseling yang sudah diberikan. Sebagian siswa merasa sangat terbantu dengan adanya sesi konseling yang telah diadakan. Hal tersebut ditunjukkan oleh respon siswa terkait sesi ini yang menyatakan bahwa adanya pemahaman yang dialami dalam mengelola stres yang dialami menggunakan strategi yang dipahami melalui sesi, yaitu problem-oriented coping (koping berfokus pada masalah) dan emotion-focused coping (koping berfokus pada emosi). Selain itu, sesi konseling ini juga memberikan pengetahuan terkait bahayanya dampak yang diberikan jika memendam sendiri stres yang dialami.

Terkait platform PsyTeens yang telah dikembangkan, siswa menganggap bahwa fitur screening tingkat stres yang sudah dibuat sangat mudah diakses dan digunakan. Siswa juga menganggap bahwa hasil pengukuran tingkat stres yang diberikan oleh PsyTeens sangat sesuai dengan keadaan yang mereka alami sekarang. Berdasarkan hasil survei yang sudah dilakukan, siswa merasa bahwa mereka akan memastikan dan mempertimbangkan penggunaan PsyTeens kedepannya untuk mengetahui kondisi yang mereka alami jika nantinya kembali merasa tertekan atau stres. Hal tersebut disebabkan karena siswa merasa bahwa mereka dapat memahami diri sendiri melalui screening yang dilakukan oleh PsyTeens dan mendapatkan solusi ataupun tindakan awal untuk mengatasi stres yang sedang mereka alami.

Secara keseluruhan sesi konseling dan sesi penggunaan platform PsyTeens memberikan dampak yang positif bagi siswa dalam mengetahui definisi dan pengelolaan stres yang mereka alami. Siswa juga memberikan saran terkait pengembangan platform PsyTeens kedepannya untuk menambahkan hal-hal menarik, seperti konten terkait edukasi stres dan fitur rekomendasi kegiatan yang diperlukan saat mengalami stres.

Penulis: Talenta Parasian Sinambela, Farida Hayati

DOKUMENTASI KEGIATAN: