YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berbagai permasalahan yang beberapa waktu terakhir mewarnai dunia pendidikan membuat sejumlah pihak mulai melangkahkan kaki untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Komunikasi menjadi kunci utama untuk meminimalisir berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan. Untuk pendidikan dasar (SD, SMP, SMA), maka pembelajaran yang diterapkan adalah model pedagogi.

“Model pedagogi ini lebih menekankan pada kemampuan komunikasi,” kata Zulfikar Alimuddin, narasumber workshop HAFECS, saat diwawancarai di Yogyakarta, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, model belajar ini menuntut seseorang untuk menggunakan bahasa yang simpel, yang mudah dipahami. Banyak sekali kalimat-kalimat bermakna dua yang kerap kali membingungkan para peserta didik saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika penggunaan bahasa yang sederhana tidak diterapkan sejak dini, tidak dipungkiri dengan adanya blok komunikasi.

“Komunikasi yang baik jadi kunci untuk membuat seseorang menjadi menarik,” ujarnya.

Ia membeberkan, pedagogi tidak hanya diterapkan di dunia pendidikan saja. Dalam kegiatan sehari-hari pun, ada baiknya jika seseorang menerapkan sistem pedagogi dengan berbicara menggunakan bahasa yang simpel dengan kalimat yang mudah dipahami.

Pria yang juga menjadi seorang penulis buku itu memberikan contoh seperti, ketika pria berusaha memahami wanita dimana para wanita biasanya senang dengan bahasa-bahasa tambahan yang membuatnya jadi lebih manis.

“Kalau ngomong sama perempuan, ya jangan pakai bahasa yang tegas. Itu sudah pedagogi,” tuturnya.

Namun, ia mengklaim bahwa sistem pembelajaran pedagogi tidak berkaitan dengan kejadian kekerasan yang menimpa dunia pendidikan beberapa waktu terakhir. Ia mengungkapkan kasus kekerasan itu perkara interaksi guru dengan siswanya. (Ayusandra)

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

× Hallo kami siap membantu Anda