Pendahuluan

Apakah saya seorang guru? Bila saya masuk kelas dan mengajar, sudah layakkah saya disebut sebagai seorang guru? Secara general, guru tidak hanya sebuah profesi, tapi juga sebuah sebutan bagi orang-orang yang membimbing dan mengajarkan suatu hal kepada orang lain. Kita dapat memahami bahwa terdapat proses yang disebut “belajar” ketika melibatkan guru didalamnya. Profesi guru merupakan profesi yang memiliki sebuah skillset pengajaran. Skillset ini adalah skillset yang sama tipenya seperti skillset yang harus dimiliki semua profesi lainnya. Guru dapat memanfaatkan skillset ini untuk mempermudah mereka menjalankan kewajiban profesinya.

Terlepas dari pertanyaan yang mempertanyakan eksistensi diri sebagai seorang guru atau bukan. Pertanyaan “Apakah saya seorang guru?” lebih condong untuk membuktikan eksistensi skillset guru. Salah satu skillset yang harusnya eksis dalam diri seorang guru adalah “pedagogical content knowledge”. Secara harfiah, keterampilan ini merupakan gabungan dari dua hal yaitu “pedagogical knowledge” dan “content knowledge”. Keduanya saling melengkapi dan mewakili, sementara guru harus menguasai semua hal yang berkaitan dengan efektifitas mengajar (pedagogical knowledge), guru juga harus menguasai semua muatan pembelajaran (content knowledge).

 

Pengenalan Pedagogical Content Knowledge

Pedagogical Content Knowledge (PCK) pertama kali diperkenalkan oleh Shulman pada tahun 1986 dalam makalahnya tentang pengetahuan guru. Dibandingkan dengan pengetahuan guru lain yang terdaftar dalam makalah tersebut, PCK memiliki kepentingan yang lebih besar. PCK merupakan jenis pengetahuan guru yang menggabungkan penguasaan guru terhadap konten dan pengetahuan pedagogis (Shulman, 1986). Memiliki PCK berarti bahwa seorang guru mengenal konten yang paling representatif dari mata pelajaran tersebut, sementara itu juga mengetahui cara terbaik untuk mengajarkannya.

Gambar 1 PCK oleh Morine-Dershimer dan Kent (1999)

 

Penelitian dan pengembangan lebih lanjut tentang PCK menghasilkan wawasan lebih dalam tentang subjek tersebut. Morine-Dershimer dan Kent (1999) menemukan bahwa PCK dikelilingi oleh pengetahuan lebih lanjut yang terkait dengan praktik pendidikan. Ringkasan interpretasi mereka tentang PCK, bersama dengan jenis pengetahuan lain yang terlibat, dapat dilihat dalam Gambar 1.

 

Pengetahuan pedagogis mengacu pada pengetahuan umum tentang mengajar, seperti instruksi di kelas atau model pengajaran yang digunakan dalam kelas. Ini juga termasuk berbagai teori tentang pembelajaran yang diperoleh guru selama pelatihan guru atau setelah mengajar untuk jangka waktu tertentu. Pengetahuan konten adalah pengetahuan tentang materi pelajaran dari sudut pandang akademis. Ini adalah pengetahuan yang akan diajarkan di kelas.

 

Pengetahuan konten mengacu pada luas dan kedalaman pengetahuan, terlepas dari apakah itu akan diajarkan di kelas atau tidak. Shulman (1986) mengusulkan bahwa PCK adalah hasil dari kombinasi keduanya. Namun, beberapa tahun setelah PCK diperkenalkan kepada publik, Morine-Dershimer dan Kent (1999) berpendapat bahwa ada jenis pengetahuan lain yang perlu diakui untuk mengoptimalkan kualitas PCK; oleh karena itu, mereka datang dengan pengembangan seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1. Mereka berpendapat bahwa pengembangan tersebut diperlukan karena PCK jauh lebih kompleks saat diterapkan dalam kelas. Model ini adalah langkah selanjutnya yang harus diambil mengingat dunia pendidikan sekarang memiliki pemahaman lebih banyak tentang PCK.

 

Menurut Morine-Dershimer dan Kent (1999), ada tujuh jenis pengetahuan yang mencakup PCK termasuk pengetahuan pedagogis, pengetahuan konten, pengetahuan kurikulum, pengetahuan tentang pembelajar dan pembelajaran, penilaian dan tujuan (khususnya prosedur penilaian, hasil evaluasi yang tidak dipisahkan dari tujuan pendidikan, tujuan, tujuan, dan nilai), pengetahuan tentang konteks spesifik, dan pengetahuan tentang konteks pendidikan umum.

 

Masing-masing jenis pengetahuan ini berhubungan secara berbeda satu sama lain sambil juga secara langsung terkait dengan PCK. Misalnya, pengetahuan pedagogis guru dipengaruhi oleh pengetahuan guru tentang tujuan pendidikan dan evaluasi. Sementara itu, pengetahuan konten adalah pengetahuan independen, yang akan mempengaruhi pemahaman guru tentang kurikulum. Model ini juga menunjukkan bahwa jenis pengetahuan yang membentuk PCK bisa saling terkait satu sama lain. Ketika membahas jenis pengetahuan tertentu, pembahasan akan memotong domain pengetahuan lainnya. Hubungan ini antara jenis pengetahuan dapat dilihat lebih banyak dalam Gambar 1. Memahami hubungan ini sangat penting untuk memahami berbagai percakapan yang mungkin terjadi tentang PCK.

 

Pembahasan dan Kesimpulan

Secara keseluruhan, menurut interpretasi di atas, PCK menuntut guru untuk memiliki berbagai jenis pengetahuan dari lingkungan kerja mereka dan mampu memperoleh sebanyak mungkin informasi. Dengan menyatakan berbagai jenis pengetahuan yang diperlukan untuk membentuk PCK, interpretasi di atas juga dapat membantu guru untuk mengidentifikasi jenis pengetahuan mana yang mereka kurang. Alimuddin, Tjakraatmadja & Ghazali (2020) menyatakan bahwa, meskipun upaya lain juga telah dilakukan oleh para ahli lain untuk mengembangkan karya PCK Shulman lebih lanjut tidak ada yang cukup komprehensif dalam mengatasi pengetahuan khusus seperti interpretasi Morine-Dershimer dan Kent (1999). Selain itu, pengembangan definisi PCK oleh ahli lain cenderung menggunakan terminologi yang sama sambil merujuk pada makna yang berbeda. Ini membuat pemahaman menjadi lebih rumit. Untuk alasan di atas, artikel ini memilih untuk menggunakan interpretasi PCK Morine-Dershimer sebagai konsep pengenalan PCK.

 

Eksistensi professional seorang guru dipertaruhkan pada skillset yang dimilikinya. PCK menjadi skillset mendasar untuk membangun sebuah kelas yang efektif di lingkungan kerjanya. Logikanya seperti ini, bagaimana mungkin orang tua akan percaya kepada guru yang tidak memiliki keterampilan sistematis dalam mengkonstruk sebuah kelas yang efektif? Sementara guru memiliki kewajiban untuk mengkonstruk pemikiran siswa. Pada sisi berbeda PCK tidak hanya menjadi skillset dasar yang diajarkan kepada guru, tapi juga skillset yang diperoleh dan dikembangkan selama perjalanan karir guru.

 

Daftar Pustaka

Alimuddin, Z., Tjakraatmadja, J. H., & Ghazali, A. (2020). Developing an Instrument to Measure Pedagogical Content Knowledge Using an Action Learning Method. International Journal of Instruction, 13(1),

Morine-Dershimer, G., & Kent, T. (1999). The complex nature and sources of teachers’ pedagogical knowledge. In J. Gess-Newsome, & N. G. Lederman (Eds), Examining pedagogical content knowledge (pp. 21-50). Dordrecht: Springer Netherlands.

Shulman, L. S. (1986). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researchers, 15(2), 4-14.

 

Baca juga berita dan artikel kami di WA channel kami: WA channel HAFECS