Barito Kuala — HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) kembali menyelenggarakan webinar Elevate Class pada Jum’at, 6 Maret 2026. Elevate Class ini merupakan kelanjutan dari sesi di hari sebelumnya. Sesi ini menghadirkan tema pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 270 peserta dari berbagai kalangan pendidik.

Webinar ini menghadirkan trainer Ubaidillah, S. Pd, Gr.,  yang untuk sesi awal menyampaikan gambaran umum terkait pembelajaran PJOK yang tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Materi menekankan bahwa pembelajaran PJOK dapat dirancang menjadi lebih menyenangkan, sehingga siswa merasa nyaman, aktif, dan termotivasi dalam mengikuti setiap kegiatan.

Pada sesi selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Endik Pandjaitan M.Pd., yang mengangkat tema “PJOK yang Menyenangkan & Mendidik Karakter: Mentransformasi Lapangan PJOK Menjadi Laboratorium Kebahagiaan dan Pembentukan Karakter”. Sesi ini membawa para guru untuk mendalami metode pembelajaran POK, khususnya dalam bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran PJOK menjadi ruang yang tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab.

Peserta diajak memahami bahwa lapangan PJOK dapat menjadi “laboratorium kebahagiaan” di mana siswa belajar melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, dan aktivitas yang menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang positif sekaligus mendukung perkembangan karakter siswa secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan dalam merancang pembelajaran PJOK yang lebih inovatif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang kuat, positif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila