Transformasi pendidikan di era digital menuntut pendidik untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satu kemampuan esensial yang kini menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan adalah penguasaan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan koding (pemrograman). Menjawab kebutuhan tersebut, HAFECS melalui program Elevate Class mengadakan rangkaian pembelajaran daring yang terdiri dari tiga sesi tematik pada 10, 16, dan 23 Oktober 2025, dengan fokus membangun kompetensi digital bagi pendidik.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber: Nur Kholipah, Hamas Akif Sanie, dan Aulida Mardiari, yang secara bertahap membahas penerapan computational thinking, pemrograman dasar, hingga pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Sesi 1 – Computational Thinking untuk Pemecahan Masalah

Jumat, 10 Oktober 2025 | Pukul 15.00–16.30 WIB
Pemateri: Nur Kholipah
Sesi pertama membahas keterampilan dasar yang menjadi fondasi dari dunia koding, yakni computational thinking. Nur Kholipah menjelaskan bahwa computational thinking bukan hanya tentang teknologi, tetapi cara berpikir terstruktur dan sistematis untuk memecahkan masalah.
Materi utama yang dibahas mencakup:
- Decomposition: memecah masalah besar menjadi bagian yang lebih kecil.
- Pattern Recognition: mengenali pola untuk mempermudah penyelesaian masalah.
- Abstraction: memfokuskan pada hal penting dan menyederhanakan masalah.
- Algorithm Design: membuat langkah penyelesaian secara logis.
Pendekatan ini relevan untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar karena membantu siswa mengembangkan kemampuan analitis dan berpikir kritis.
Sesi 2 – Bahasa Pemrograman Dasar untuk Solusi Digital

Kamis, 16 Oktober 2025 | Pukul 15.00–16.30 WIB
Pemateri: Hamas Akif Sanie
Pada sesi kedua, peserta diajak masuk lebih dalam ke dunia koding melalui pengenalan dasar-dasar bahasa pemrograman. Hamas Akif Sanie memaparkan bagaimana koding dapat diajarkan bahkan kepada pemula, termasuk siswa sekolah, melalui pendekatan yang sederhana dan praktis.
Beberapa poin penting dalam sesi ini antara lain:
- Pengenalan konsep syntax dalam bahasa pemrograman.
- Contoh pemrograman sederhana menggunakan logical function.
- Implementasi koding untuk membuat solusi digital sederhana.
Koding tidak hanya membangun kemampuan teknologi, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kemampuan problem-solving, dan pemikiran sistematis.
Sesi 3 – Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Pendidikan

Kamis, 23 Oktober 2025 | Pukul 15.00–16.30 WIB
Pemateri: Aulida Mardiari
Sesi terakhir membahas topik yang paling relevan dengan masa depan pendidikan, yaitu pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Aulida Mardiari memaparkan bahwa AI bukan ancaman bagi guru, tetapi alat yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Topik yang dibahas antara lain:
- Konsep dasar AI dan aplikasinya.
- Contoh penggunaan AI dalam pembelajaran (quiz generator, asistensi RPP, feedback otomatis).
- Integrasi AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti guru.
AI dapat menjadi partner guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efisien dan terarah menggunakan pendekatan teknologi.
Relevansi Program Elevate Class bagi Pendidik
Rangkaian Elevate Class bulan Oktober ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Integrasi kecerdasan artifisial dan koding dalam pembelajaran merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan. Melalui Elevate Class, HAFECS membuka ruang belajar bagi pendidik untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai pendidikan yang humanis. Pembelajaran efektif tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh guru yang mampu memanfaatkannya secara kreatif dan bertanggung jawab.
Pendidikan masa depan dimulai dari guru yang terus belajar dan bergerak maju.
Jurnalis: Yessy Ishlah Riwayati


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?