Barito Kuala – HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) bersama GIBS (Global Islamic Boarding School) kembali menyelenggarakan kegiatan Open Class sebagai ruang berbagi praktik baik dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran terbuka yang memungkinkan para tamu undangan menjadi observer untuk melihat secara langsung bagaimana proses belajar berlangsung di dalam kelas.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya berbagai tokoh dan pemangku kepentingan pendidikan. Open Class kali ini dihadiri oleh Dr. Zulfikar Alimuddin, B. Eng., MM., sebagai Direktur Yayasan Hasnur Centre (YHC). Serta dihadiri drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, selaku Ketua BKOW dan Ketua IKA UNAIR Kalimantan Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kualitas pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra, S.T., M.T. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang hadir bersama dua tim, Mas Aryansyah, S.ST., M.Kom. dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala bersama dua tim, serta Myrza Fazrina, S.T., M.T. selaku Plt. Kadisdikbud Kabupaten Tanah Laut. Dari kalangan akademisi, turut hadir Dr. Suyidno selaku Ketua Jurusan Pendidikan Fisika FKIP ULM bersama dua mahasiswa, serta Dr. Syubhan Annur, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPA FKIP ULM yang hadir bersama perwakilan satu dosen dan dua mahasiswa.

Fokus pembelajaran kali ini berada pada mata pelajaran Mathematics Senior High School kelas XII, yang menjadi contoh implementasi pendekatan Teaching Mastery Framework (TMF). Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana peserta didik membangun pemahaman yang lebih mendalam melalui proses yang terarah dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, observer tidak sekadar mengamati, tetapi juga diajak memahami secara menyeluruh bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Mulai dari interaksi siswa dalam membangun pemahaman, strategi guru dalam mengelola kelas, hingga penggunaan perangkat ajar yang mendukung pembelajaran bermakna. Dengan pendekatan yang digunakan memungkinkan observer untuk menangkap setiap detail tanpa mengganggu jalannya pembelajaran, sehingga pengalaman yang diperoleh terasa lebih autentik dan reflektif. Sehinnga setelah sesi pembelajaran, para observer terlibat dalam diskusi reflektif yang membuka ruang untuk bertukar gagasan dan pengalaman. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk mengaitkan apa yang diamati dengan praktik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Melalui Open Class, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) bersama GIBS (Global Islamic Boarding School) terus berkomitmen membuka ruang belajar bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat terus membangun semangat kolaborasi dan keterbukaan dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan bagi lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pendidikan. Serta harapannya Open Class dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?