Barito Kuala — Demi terwujudnya peningkatan standar mutu pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan, Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (10/10). Acara penandatanganan MoU berlangsung di Gedung Pendidikan, Global Islamic Boarding School (GIBS), dan berfokus pada pengembangan dan sinergitas kemitraan di bidang pendidikan, serta juga dihadiri oleh Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M selaku Direktur HAFECS beserta tim senior trainer HAFECS.

Kerjasama yang terjalin melalui MoU ini merupakan bentuk komitmen nyata dari kedua institusi untuk mengintegrasikan visi HAFECS dalam mempercepat transformasi pendidikan dengan peran strategis BPMP sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikan provinsi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih maju melalui pertukaran praktik baik, peningkatan kapasitas guru, dan implementasi model pembelajaran inovatif yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah di seluruh Kalimantan Selatan. Dengan sinergi ini, kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan standar pembelajaran, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna.

Rangkaian agenda acara diawali dengan sesi observasi dan diskusi mendalam terkait hasil program “Open Class” yang merupakan proram kolaborasi antara HAFECS dan Global Islamic Boarding School. Program ini memberikan kesempatan bagi tim BPMP untuk melihat secara langsung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan oleh guru dari Global Islamic Boarding School. Kemudian, tim HAFECS juga mengajak tim BPMP untuk melakukan school tour untuk memberikan kesempatan kepada jajaran BPMP untuk melihat lebih dekat fasilitas, lingkungan belajar, dan infrastruktur pendidikan di Global Islamic Boarding School yang mendukung proses pembelajaran berkualitas.
Merespons pelaksanaan program Open Class dan kualitas pembelajaran yang diamati, Kepala BPMP Yuli Haryanto, SE., M.Si. menyatakan tingginya antusiasme tim BPMP terhadap program tersebut. “Kami sangat terkesan dengan proses pembelajaran yang telah memenuhi tiga indikator utama pembelajaran mendalam. Program seperti ini sangat menginspirasi dan menunjukkan bagaimana pendidikan berkualitas dapat diimplementasikan secara nyata,” ungkap Yuli Haryanto. Lebih lanjut, Kepala BPMP menyampaikan harapan program seperti Open Class dapat diperluas dan dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga praktik pembelajaran inovatif ini dapat menjadi standar yang diterapkan secara lebih luas. Selain itu, kesepakatan yang tertuang dalam MoU ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan konkret untuk mengawal dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Jurnalis: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?