Barito Kuala, 18 Juni 2025 – Program sertifikasi TLC (Teaching & Learning Certification) yang sekarang berfokus kepada implementasi dari HOTS (Higher Order Thinking Skill) kembali diselenggarakan secara daring oleh HAFECS pada Selasa (20/5/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini diisi oleh salah satu trainer HAFECS, yaitu Taufik Hidayat, S.Si., Gr. Program TLC merupakan program sertifikasi dari HAFECS yang dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di Indonesia. Program ini hadir sebagai solusi berkelanjutan bagi pengembangan profesional guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Sesi sertifikasi TLC ini dilaksanakan secara online melalui  platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 23 peserta dari berbagai kalangan pendidik bertemakan “Paradigma, Desain dan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Pengembangan Pola Pikir“ yang berfokus pada penguasaan keterampilan berpikir HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami implementasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam proses pembelajaran. Materi yang disampaikan diantaranya meliputi pemahaman mendalam tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasikan konteks dalam pembelajaran. Berbagai pendekatan praktis untuk mengintegrasikan HOTS dalam desain pembelajaran sehari-hari, termasuk teknik questioning yang efektif dan pengembangan soal berbasis HOTS. Pengembangan rencana pembelajaran yang mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Melalui program TLC ini, HAFECS menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. HAFECS terus berupaya menyediakan platform pengembangan profesional yang berkualitas bagi para pendidik, dengan fokus pada inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.Program sertifikasi TLC akan terus dilanjutkan dengan berbagai tema pembelajaran yang relevan, guna memastikan para pendidik memiliki kompetensi yang memadai dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21.

Narasi: Mia Sulisnawati