Barito Kuala, 22 April 2025 – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H. Muhidin Arifin, menyambut kunjungan silaturahmi dari HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) pada Kamis (10/04). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palangka Raya ini membahas rencana kolaborasi pelatihan guru dengan KKMI/KKMS (Komisi Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah/Madrasah Sanawiyah) di Kota Palangka Raya.
Dalam pertemuan tersebut, HAFECS menawarkan kerja sama sebagai mitra potensial dalam transformasi pendidikan Madrasah di Kota Palangka Raya. Diskusi kemudian berlanjut dengan membahas berbagai peluang kerjasama antara HAFECS dan Kementerian Agama Kota Palangka Raya yang dapat dilakukan selanjutnya.

Kepala Kemenag (tengah) menyambut kedatangan HAFECS didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (dua dari kanan), dan Ketua KKMI (Komisi Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah) Kota Palangka Raya (kanan)
Muhidin Arifin yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Supiani HK, S.Ag., MH, dan Ketua KKMI Kota Palangka Raya, H. Rahmani, menyampaikan apresiasi dan memberikan sambutan baik terhadap penyampaian HAFECS. Beliau menekankan pentingnya sinergi dalam mendukung pendidikan khususnya di jenjang madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya dapat terjalin kolaborasi yang lebih erat antara HAFECS dengan Kementerian Agama Kota Palangka Raya dalam berbagai program peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Pertemuan ini menandai langkah awal yang positif dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah-madrasah Kota Palangka Raya
Jurnalis : I Made Juniar Ardika


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?