Banjarmasin, 23 Agustus 2025 – Sebagai bentuk ekspansi dampak guna mempercepat transformasi pendidikan Indonesia, terutama Banua, HAFECS menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut dengan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SMP Tahun 2025 bertema ‘From Knowledge to Innovation: Unlocking Students Potential through STEAM.’ Agenda 4 hari dari 18-21 Agustus ini diikuti oleh 22 guru dari 17 sekolah di 8 kecamatan Kabupaten Tanah Laut, yang berlokasi di Swiss-Bell Hotel Borneo, Kota Banjarmasin.
Mendorong Indonesia Yang Lebih Peka Terhadap Inovasi dan Perkembangan Teknologi
Berfokus pada Pembelajaran STEAM, bootcamp ini dilatarbelakangi oleh oleh kesadaran akan kebutuhan pembaharuan dan peningkatan kapasitas guru di era serba digital, yang disampaikan oleh Hafidz Ridha Try Sjahputra, S.IP., M.InternatRel., CLMA., ketua pelaksana sekaligus Head of Partnership dari HAFECS
“Bimbingan teknis ini dirancang guna menjawab tantangan di sekolah yang relevan dengan fenomena maraknya penggunaan kecerdasan artifisial, digitalisasi pendidikan, dan kerentanan siswa terhadap perkembangan tren masa kini,” ucap Hafidz dalam sambutannya.
Selain itu, dalam sambutan sebagai Deputy Director of HAFECS, Danang Bagus Yudhistira, S.Si., M.Sc. juga menyampaikan bahwa Indonesia harus bisa bersaing dalam pendidikan dan teknologi dengan negara lain, dimulai dari pengembangan guru sebagai langkah utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, meskipun fokus pada Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic), seluruh sesi dirancang untuk mengakomodir seluruh pelajaran yang diajarkan di sekolah, mulai dari matematika hingga bimbingan konseling.

Agar membuat pembelajaran semakin relevan, HAFECS merancang kurikulum yang tidak hanya berisi materi, namun juga kegiatan praktik inetraktif dan dapat diterapkan langsung oleh guru kepada siswa di sekolah, seperti praktik membuat sabun dari minyak jelantah pada sesi ‘Penguatan STEAM’ oleh Bapak Yudhistira Abdi Atmanegara, senior trainer dari HAFECS, yang mengedepankan kreativitas dan melatih kepekaan terhadap dampak kerusakan lingkungan. Sebagai perwujudan pembelajaran STEAM dengan mengedepankan pada pengetahuan praktis teknologi, peserta diajarkan tentang koding sederhana dan robotik agar mengasah kemampuan berpikir komputasional. Pengelolaan data menggunakan kecerdasan artifisial juga diajarkan melalui praktik yang menyenangkan agar pembelajaran terasa semakin bermakna.
Transformasi Pendidikan Dimulai dari Guru

Sebagai apresiasi kepada para peserta atas antusiasme dalam mengikuti bimbingan teknis selama 4 hari, Ibu Nina Richi Tresy Putri, S.Sos. selaku Sekretaris Umum Yayasan Hasnur Centre datang pada agenda penutupan dan kembali mengingatkan para guru bahwa transformasi positif pendidikan harus dimulai dari guru. Selain itu, Bapak Girri Aristiadie, S.Pd. MM., Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, menyampaikan bahwa Disdikbud akan terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengajar.
Perubahan Perspektif Akan Perkembangan Teknologi
Bimbingan teknis ditutup dengan penyampaian hasil riset Tim HAFECS Research & Publication pada 89% peserta oleh Ubaidillah, S.Pd., Head of Curriculum and Content Development of HAFECS, yang menunjukkan bahwa adanya perubahan mindset guru, di mana guru tidak hanya sebatas pengajar, namun juga harus menempatkan diri sebagai fasilitator yang menuntun anak didik. Selain itu, temuan HRP juga menunjukkan adanya perubahan pola pikir pada peserta bahwa berinovasi dalam proses belajar-mengajar tidak harus rumit dan mahal yang dibutikan dengan praktik sederhana yang diajarkan pada sesi bimtek untuk membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Berdasarkan data survey HRP pada guru peserta sebelum bimtek dimulai, kemitrataan strategis antara HAFECS dan Disdikbud Kabupaten Tanah Laut akan memberikan dampak pada lebih dari 1700 siswa dari peserta yang sudah mendapatkan materi dari bimbingan teknis ini. Oleh karena itu, besar harapan para guru agar adanya kerja sama lanjutan antara Disdikbud Kabupaten Tanah Laut besama HAFECS agar lebih banyak guru-guru yang dapat dijangkau. Guru-guru juga berkeinginan untuk mendapatkan pendampingan pasca-pelatihan melalui coaching atau platform digital berbagi materi dan diskusi.
Jurnalis: Yumna Amalia Maghfirah & Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?