Mengenal Teknik Read Aloud: Metode Agar Anak Gemar Membaca

Source: Freepik.com

Membaca adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan, baik untuk pendidikan formal maupun nonformal pada anak. Terlebih pada usia balita yang belum terlalu lancar membaca, peran orang tua sangat penting dalam membangun minat baca mereka. Lalu bagaimana peran orang tua dalam membangun minat baca mereka? Orang tua bisa mengambil peran dengan memilihkan dan membacakan buku yang sekiranya cocok dan tepat sesuai perkembangan anak. Oleh karena itu, mari kita mengenal teknik membaca read aloud  atau membaca nyaring.

Apa itu Read Aloud? 

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendefinisikan read aloud sebagai teknik membaca untuk anak yang diperkenalkan pertama kali oleh Jim Trelease dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Secara garis besar, read aloud adalah membaca nyaring yang didengarkan pada anak melalui orang tua, guru, maupun pengasuh si anak.  Diketahui telah banyak sekali hasil penelitian yang menyebut bahwa metode ini paling efektif untuk meningkatkan minat baca bagi anak usia prasekolah. Read aloud di beberapa penelitian terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi anak, menambahkan kosakata baru, kemampuan mendengarkan, dan tentunya menumbuhkan minat membaca. Apalagi kita tahu bahwa kondisi literasi Indonesia sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Dengan demikian, read aloud adalah strategi yang tepat untuk memperbaiki kemampuan literasi, khususnya bagi anak usia dini. Lantas bagaimana menerapkan teknik read aloud ini?

Bagaimana cara membaca dengan Teknik Read Aloud?

Menurut Noni Rosliyani, salah satu penulis dan blogger tentang anak menyebut bahwa ada lima cara yang bisa dilakukan untuk melakukan read aloud. 

  1. Membawa anak menuju toko buku dan biarkan dia memilih buku yang dia mau. Biasanya anak-anak lebih suka memilih buku cerita.
  2. Membaca buku cerita secara ekspresif dan antusias, seperti gaya mendongeng, tetapi buku harus sambil dibaca.
  3. Memperkenalkan dan menunjukkan kata-kata atau angka-angka, khususnya yang dia belum ketahui.
  4. Membangkitkan komunikasi anak dengan menyuruhnya untuk menceritakan kembali isi cerita.
  5. Memperkenalkan sang penulis dan penerbit buku.

Demikian lima cara di atas sangat mudah dan dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Namun, utamanya harus ada keseriusan dan kemauan untuk membacakan cerita dengan baik pada anak. Kemudian kapan waktu terbaik untuk membacakan cerita?

Kapan Waktu Terbaik untuk Membacakan Cerita Pada Anak?

Membacakan anak buku cerita dapat dilakukan sejak trimester tiga atau usia kandungan tujuh bulan yang dimulai dengan membisik-bisikkan kata-kata afirmasi di perut sang ibu. Sesaat sudah lahir khususnya pada 6-12 bulan, kita dapat memberikan buku-buku bergambar dan berwarna berukuran besar. Hal tersebut memicu anak untuk melatih kemampuan mendengarnya dari beberapa kata yang direkam dalam memorinya serta mengenal tekstur buku dan berbagai warna. Setelah usia anak berada di atas satu tahun, mereka mulai dapat menyesuaikan kebiasaan membaca. Apalagi kita mengetahui bahwa periode emas pada anak terjadi saat usia 0-2 tahun yang ditandai dengan perkembangan otak mereka. Stimulasi apapun bisa diberikan baik auditori dan visual, dorongan lingkungan, dan pemberian gizi yang baik untuk memaksimalkan kemampuan literasi mereka. 

Manfaat Read Aloud Bagi Anak

Terdapat banyak sekali manfaat yang didapat anak dari teknik read aloud ini. Apa saja manfaat itu?

  1. Read aloud sebagai kunci utama dalam membangun minat membaca di masa mendatang.
  2. Memicu perkembangan bahasa anak yang dimulai dari kemampuan mendengarkan dan menyimak.
  3. Melatih anak untuk menjadi pendengar yang baik.
  4. Membentuk ikatan antara pembaca dan anak. Artinya, entah siapapun yang membacakan buku, maka anak akan merasakan koneksi yang terbangun.

Demikian definisi, cara, dan manfaat yang didapat dari teknik read aloud. Selagi masih usia dini tidak ada salahnya membacakan anak dengan berbagai macam buku dan juga mendampinginya. Hal inilah yang nantinya memicu mereka untuk mencintai kegiatan membaca dan menaikkan kemampuan literasi bagi dirinya sendiri dan bangsa ini.

Referensi: 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. “Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak.” Tersedia dalam  https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/04/read-aloud-metode-membacakan-buku-untuk-anak-anak-4128-4128-4128

Ledger, S., & Merga, M. K. 2018.  “Reading aloud: Children’s attitudes toward being read to at home and at school.”  Australian Journal of Teacher Education, 43(3), 124-139.

Rippel, Maria. “6 Great Reasons to Read Aloud to Your Kids.” Tersedia dalam https://blog.allaboutlearningpress.com/6-great-reasons-to-read-aloud/ 

Rosliyani, Noni. 2015. “Mengenal Reading Aloud.” Tersedia dalam https://nonirosliyani.com/mengenal-metode-reading-aloud/ 

 

Penulis: Muhammad Zakwan

Editor: Annisa Fitriani