Pendekatan Berbasis Latar Belakang Pendidikan

Yayasan Hasnur Centre menghadirkan Program Desa Inovatif di Kalimantan Selatan, bertujuan menjadi kontributor dalam upaya pembangunan desa yang berfokus pada inovasi. Keberadaan Desa Inovatif diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menjadikan mereka lebih maju dan mandiri, terutama dalam menangani permasalahan angka pengangguran.

Program Desa Inovatif akan dilaksanakan di Desa Sungai Pitung dan Desa Beringin, program ini akan melibatkan serangkaian pelatihan, salah satunya adalah program Training Guru. Program pelatihan guru dirancang secara khusus oleh HAFECS, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa, dengan tujuan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kedua desa tersebut. sasaran kegiatan ini yaitu guru-guru di tingkat PAUD hingga SMA/sederajat, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Tuntutan Kualitas Pendidikan

Seiring dengan adanya tuntutan kualitas pendidikan yang kian hari semakin meningkat, pemerintah membuat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi guru. Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen Bab I Pasal 10 dijelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya (Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005).

Pada Batch Pertama, ada 14 guru yang mengikut Training Guru Desa Inovatif, terdapat perbedaan latar belakang pendidikan antara lulusan S1 dan lulusan SMA. Perbedaan ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, terutama dalam aspek kemampuan berkomunikasi, hubungan interpersonal, kualifikasi, dan pengembangan profesional. Para guru yang mengikuti program ini memiliki latar belakang pendidikan yang tidak semuanya terlatih secara khusus untuk menjadi guru. Oleh karena itu, strategi yang diimplementasikan melalui Program Training Guru adalah menyediakan materi pengajaran yang mencakup aspek paling dasar dalam mengelola proses mengajar kelas.

Program Pelatihan Guru Desa Inovatif

Program Training Guru Desa Inovatif juga melakukan pelatihan yang mencakup strategi pengembangan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus guru berdasarkan latar belakang pendidikan mereka. Demikian juga, pendekatan yang diupayakan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hubungan interpersonal yang akan diintegrasikan ke dalam penerapan pembelajaran. Durasi pelatihan sebanyak 90 – 120 menit jam per pertemuan dengan total 6-7 pertemuan per-batch diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para guru untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mendalam dan penyampaian materi yang efektif.

Selain manfaat langsung terkait dengan peningkatan keterampilan mengajar, program pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan dorongan positif terhadap karir para guru di masa depan. Dengan meningkatnya kualifikasi dan kompetensi, integrasi pelatihan sebagai bagian dari pengembangan profesional guru merupakan langkah positif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Program pelatihan yang dirancang dengan baik tidak hanya memberikan manfaat segera, tetapi juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang pada peningkatan kualitas pendidikan dan integritas profesi guru.

Hasil Wawancara

Hasil wawancara dengan peserta Training Guru menunjukkan bahwa program ini sangat membantu mereka mengembangkan keterampilan mengajar dan memperoleh ilmu baru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Para guru mengakui tantangan dalam berinteraksi dengan siswa, menyiapkan materi pembelajaran, dan menjalankan proses mengajar sebelum mengikuti program. Program ini memberikan panduan konkret bagi para guru, memungkinkan mereka memahami dan meningkatkan kualitas aspek-aspek tersebut secara signifikan. Para peserta menyampaikan bahwa setelah mengikuti program, mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi siswa, menyusun materi pembelajaran dengan lebih terstruktur, dan menerapkan proses mengajar secara lebih efektif.

Penulis: Saskiya Marshanda Putri

Sumber Data:

  1. DutaTV. (2023). Yayasan Hasnur Centre Hadirkan Program Desa Inovatif di Barito Kuala. DutaTV.
  2. Malisa, B., Bakti, I., & Iriani. (2018). Kontribusi Latar Belakang Pendidikan Guru terhadap Kualitas dan Kemampuan Mendidik Peserta Didik.
  3. Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  4. Yayasan Hasnur Centre. (2023). Dokumen Rencana Pelaksanaan Program (DRPP) Desa Inovatif.