
Sekolah merupakan lembaga pendidikan, tidak hanya sebagai wadah untuk belajar pengetahuan secara umum tetapi sekolah harus mampu menjadi lembaga yang dapat membentuk karakter setiap anak menjadi pribadi yang baik sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat serta dapat mengimplementasikannya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Namun tidak hanya berhenti di sekolah saja, pendidikan karakter harus didapatkan di lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat penting untuk membentuk karakter anak.
Dunia pendidikan Indonesia tampaknya belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter setiap siswa terlepas dari peran orang tua yang menjadi tokoh utama dalam membentuk karakter anak, hal ini dibuktikan dengan masih maraknya tawuran antar sekolah dan tata krama siswa yang mulai hilang terhadap guru di sekolah saat proses belajar mengajar sedang berlangsung maupun orang tua ketika berada di rumah
Guru maupun orang tua harus paham mengenai pendidikan karakter serta nilai-nilai yang harus ditanamkan pada anak selama proses pendidikan karakter berlangsung. berikut ini pemaparan yang lebih jelas dan lengkap tentang pendidikan karakter.
Apa itu pendidikan karakter ?
Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa.
Menurut Thomas Lickona (1991), menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Apa saja nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan dalam pendidikan karakter ?
Terdapat lima nilai karakter yang bersumber dari pancasila yang menjadi prioritas dalam pendidikan karakter yaitu ; religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Kelima nilai tersebut saling berkaitan satu sama lain, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh dalam berkepribadian.
1. Nilai karakter religius
Sikap dan perilaku taat untuk menjalankan dan mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan dalam kepercayaan dan agama yang dianut, serta sikap toleransi beragama yaitu tidak mencela dan mengganggu agama dan kepercayaan orang lain.
2. Nilai karakter nasionalis
Sikap dan perilaku menjaga, memelihara dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang mencerminkan Bangsa Indonesia.
3. Nilai karakter integritas
Sikap dan perilaku yang teguh mempertahankan nilai-nilai moral, mematuhi segala norma yang berlaku sehingga memiliki pribadi yang jujur dalam bertindak.
4. Nilai karakter mandiri
Sikap dan perilaku peduli serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan, memiliki kesadaran terhadap diri sendiri, mampu membuat keputusan yang baik dan bertanggung jawab
5. Nilai karakter gotong royong
Sikap dan perilaku saling membantu sesama dalam hal-hal positif, memiliki loyalitas dan solidaritas yang tinggi dalam berkelompok.
Pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila
Pancasila adalah pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi nasional yang berfungsi sebagai salah satu pilar negara kebangsaan Indonesia. Dalam konteks pendidikan, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 telah diterima sebagai landasan pendidikan nasional.
Dalam Pancasila terdapat lima sila, yang masing-masing sila mengandung nilai-nilai karakter yang sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia, kelima nilai karakter tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pada sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Terdapat nilai toleransi beragama dan berkepribadian yang religius
2. Pada sila ke-2 (Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab)
Terdapat nilai memahami dan menghargai sesama manusia sehingga membentuk karakter yang beradab
3. Pada sila ke-3 (Persatuan Indonesia)
Dapat memahami nilai persatuan dan cinta tanah air sehingga pendidikan selalu mengutamakan keragaman budaya di Indonesia
4. Pada sila ke-4 (Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan)
Menjadi nilai penting untuk memahami kehidupan demokrasi yang sesuai dengan hati nurani, serta adanya keharusan taat pada hukum sehingga menjadi pribadi yang disiplin
5. Pada sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Mengandung nilai memperjuangkan kepentingan bersama dalam kehidupan bersosialisasi, sehingga keadilan sosial selalu ada dalam kehidupan sehari-hari
Mengapa pendidikan karakter begitu penting ?
Menurut Menurut Lickona, ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter begitu penting untuk diterapkan. Ketujuh alasan tersebut adalah sebagai berikut :
- Cara terbaik untuk menjamin anak-anak (siswa) memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupannya.
- Cara untuk meningkatkan prestasi akademik.
- Sebagian siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain.
- Persiapan siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat yang beragam.
- Berangkat dari akar masalah yang berkaitan dengan problem moral-sosial, seperti ketidaksopanan, ketidakjujuran, kekerasan, pelanggaran kegiatan seksual, dan etos kerja (belajar) yang rendah.
- Persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja.
- Pembelajaran nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja peradaban.
Peran guru di lingkungan sekolah dan orang tua di lingkungan rumah sangat penting untuk membentuk karakter anak yang sesuai dengan pancasila dan semua norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak akan ada lagi kenakalan-kenakalan atau penyimpangan-penyimpangan sosial di masyarakat.
Daftar Pustaka
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasionalhttps://www.coursehero.com/file/p419egtp/Menurut-Thomas-Lickona-setidaknya-ada-tujuh-alasan-mengapa-character-education/
Penulis : Farhan
Editor : Miranti Diah Prastika


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?