KBRN Palangka Raya: Danang Bagus Yudistira S.Si, M.Sc., Deputi Riset dan Pengembangan HAFECS, menjadi bintang tamu dalam Sharing Time Pro2 yang kali ini mengangkat topik “Merencanakan Pembelajaran Bermakna dengan Teaching Mastery Framework (TMF)“.

TMF adalah kumpulan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mengajar secara efektif, artinya dapat dipahami dengan mudah oleh siswa di dalam kelas.

Lebih dari 300 ribu pengajar di seluruh Indonesia telah memperoleh akses pada metodologi TMF melalui seminar dan pelatihan HAFECS. (22/1/2024)

Danang menyampaikan bahwa “Teaching Mastery Framework (TMF) dapat membantu guru menjalankan tiga pilar transformasi pengajaran, yaitu improvisasi cara guru mengajar, improvisasi cara guru belajar, dan mendorong kreasi kurikulum yang inovatif.” ujar Danang sebagai bintang tamu.

Secara ringkas, delapan aspek dalam TMF dapat diingat dengan membaginya menjadi tiga bagian. Pertama, pra-pembelajaran melibatkan tiga aspek: Pedagogical Content Knowledge (PCK), Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan Lesson Plan. Kedua, eksekusi mencakup empat aspek: Teaching Tactics, Classroom Management, Soft Skills, dan Teaching Scenario. Ketiga, pasca-pembelajaran hanya terdiri dari satu aspek, yaitu Teaching Grading and Reflection.

Danang menyarankan untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan, guru dapat menggunakan aspek ke-8 TMF setelah mengajar dengan meluangkan waktu untuk merekam kelasnya selama pembelajaran dengan device sederhana semisal smartphone dan tripod, atau semacamnya, lantas video rekaman itu ditonton kembali sebagai bahan refleksi. Hal ini memungkinkan kita untuk meninjau kembali pengajaran yang kita berikan sembari memperhatikan respons siswa, dan mengoptimalkan waktu luang di antara jam mengajar untuk mengevaluasi proses pembelajaran kita.

Sebagai tambahan, penting untuk diingat bahwa sebagai guru, tugas kita adalah mengajar, yang pada dasarnya merupakan hasil dari proses belajar. Oleh karena itu, sebagai pengajar, kita juga harus berkomitmen sebagai pembelajar. Cara terbaik untuk menjadi pembelajar yang baik adalah dengan aktif mengajukan pertanyaan tentang sekitar kita. Ini akan membantu kita menjadi guru yang unggul, pungkas Danang sebagai penutup.

Pewarta: Amalaa
Repost: rri.co.id