Barito Kuala – Melanjutkan program Training Grant Certification Batch #2, HAFECS mengadakan sesi dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis pada Selasa (24/09). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WITA.

Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, Gr. bertindak sebagai fasilitator dalam program sertifikasi TLC yang mengangkat tema “Berpikir Kritis Abad 21”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami konsep fundamental berpikir kritis sebagai kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang rasional.

Materi pelatihan mencakup elemen-elemen inti berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Yudhistira menjelaskan bagaimana kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era informasi digital, dimana siswa dihadapkan dengan berbagai sumber informasi yang tidak selalu dapat dipercaya. Peserta dibekali dengan strategi praktis untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui berbagai teknik dan analisis kasus.

Pelatihan ini juga membahas pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk bertanya, mempertanyakan asumsi, dan tidak takut mengemukakan pendapat berbeda. Para peserta belajar merancang aktivitas pembelajaran yang melatih siswa untuk berpikir secara sistematis dan logis.

Jurnalis: Syifa’an Kamila