Barito Kuala — HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi guru melalui webinar bertema “Kurikulum Berbasis Cinta & Deep Learning: Membangun Pembelajaran Mendalam yang Berpihak pada Murid dan Berbasis Nilai Cinta”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 April 2026 secara daring dan diikuti oleh 184 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Webinar ini menghadirkan Nur Kholipah, S.Pd., yang membahas pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta dalam proses belajar. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermakna bagi peserta didik, sehingga mereka dapat berkembang secara utuh baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Konsep deep learning turut menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Peserta diajak untuk memahami bagaimana merancang pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, reflektif, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun pengalaman belajar yang tidak sekadar hafalan, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan oleh siswa.

Dalam sesi diskusi, peserta juga memperoleh berbagai contoh strategi pembelajaran yang berpihak pada murid, seperti penggunaan pertanyaan pemantik, pembelajaran berbasis proyek, serta refleksi diri yang terstruktur. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Melalui kegiatan ini, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berharap para pendidik semakin mampu mengintegrasikan nilai cinta dalam praktik pembelajaran serta menerapkan pendekatan deep learning secara konsisten. Dengan demikian, pembelajaran yang tercipta tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati, dan kemampuan berpikir mendalam sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila