Barito Kuala, 15 September 2025 – Sebanyak 50 guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mengikuti program pelatihan intensif bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis PCK dan HOTS untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa” yang berlangsung selama dua hari di tanggal 19-20 Agustus 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah ini merupakan hasil kolaborasi antara HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) dengan (YPAN) Yayasan Pendidikan Adiluhung Indonesia. 

Program Microteaching untuk Jenjang SD

Pelatihan ini menghadirkan Taufik Hidayat, S.Si., Gr. sebagai fasilitator yang membimbing para peserta dalam sesi microteaching khusus untuk jenjang Sekolah Dasar. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada guru-guru SD mengenai implementasi pembelajaran berbasis Deep Learning yang mengintegrasikan PCK (Pedagogical Content Knowledge) dan HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Fokus pada Pembelajaran Berbasis PCK dan HOTS

Sesi hari pertama oleh Taufik Hidayat, S.Si., Gr

Program pelatihan ini menekankan pada pengembangan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan analitis dan kritis siswa. Melalui pendekatan Deep Learning yang berbasis PCK dan HOTS, diharapkan guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menantang.

PCK (Pedagogical Content Knowledge) merupakan pengetahuan khusus yang menggabungkan pemahaman materi pelajaran dengan pengetahuan tentang cara mengajarkannya secara efektif. Sementara HOTS (Higher Order Thinking Skills) fokus pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi analisis, evaluasi, dan kreativitas.

Peserta sesi hari kedua oleh Taufik Hidayat, S.Si., Gr

Program kolaborasi antara HAFECS dan YPAN ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan program-program pelatihan serupa di masa mendatang, guna terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik di Indonesia.