BARITO KUALA – Sebanyak 538 guru jenjang menengah atas dari seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang digelar oleh Highly-Functioning Education Consulting Services (HAFECS) secara daring melalui platform Zoom Meeting pada 20-21 November 2025.
Pelatihan yang mengusung tema “Mewujudkan Pembelajaran Interaktif dan Bermakna melalui Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP)” ini merupakan hasil kolaborasi antara HAFECS dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdikbud TALA). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan IFP untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, bermakna, dan selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Kegiatan dibuka oleh sambutan Hafidz Ridha Try Sjahputra, S.IP., M.InternatRel., CLMA, Head of Partnership HAFECS, yang menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah berjasa dalam dunia pendidikan. Hafidz memaparkan bahwa pemaksimalan penggunaan IFP dapat menjadi suatu cara untuk memanfaatkan teknologi, dan juga sebagai salah satu upaya dalam pemerataan pendidikan.

Setelah itu, sesi sambutan dilanjutkan oleh Hj. Apni Ranti, S.Pd., M.Hum., selaku Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), menegaskan komitmen pemerintah Kalimantan Tengah dalam transformasi pendidikan. Hj. Apni menjelaskan bahwa pemerintah Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan selalu mengupayakan transformasi pendidikan, salah satunya melalui penyediaan perangkat interaktif untuk menunjang proses pembelajaran.Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan pembekalan komprehensif kepada guru agar dapat menggunakan IFP secara optimal dalam kegiatan pembelajaran.
Materi Pelatihan Tersusun Sistematis

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang khusus untuk memaksimalkan potensi guru dalam memanfaatkan IFP. Para peserta dikelompokkan melalui breakout room sesuai dengan wilayah masing-masing dan dibimbing oleh 6 trainer yang berpengalaman.

Pada hari pertama (20 November 2025), materi yang disampaikan meliputi koding-KA, pemeliharaan, troubleshooting, pengamanan dan penyimpanan oleh Rizqon, S.Pd., eksplorasi IFP yang dibawakan Ramdhani, S.Pd., serta media dan simulasi aktivitas pembelajaran dengan IFP oleh Mustofa Yusuf, S.Pd.

Memasuki hari kedua (21 November 2025), pelatihan dilanjutkan dengan materi yang lebih mendalam. Taufik Hidayat, S.Si., Gr. memaparkan cara mengoptimalkan IFP untuk memperkuat pembelajaran mendalam melalui TMF dan Teaching Grading. Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, Gr. membawakan materi menguatkan TPACK guru melalui pemanfaatan IFP, sedangkan Ubaidillah, S. Pd, Gr menyampaikan materi tentang peningkatan kualitas asesmen pembelajaran yang interaktif.

Seluruh sesi pelatihan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.30 WITA dengan metode webinar yang interaktif, memungkinkan para guru untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengintegrasikan teknologi IFP ke dalam proses pembelajaran di kelas.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran yang lebih modern dan efektif.



Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?