Barito Kuala – Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif bertema School Management System (SMS) untuk kepala sekolah di Pelaihari pada 17-18 November 2025. Program yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 60 peserta.

Program Bimtek SMS ini dirancang secara komprehensif dengan empat sesi pelatihan yang saling terkait, mencakup aspek kepemimpinan pembelajaran, perubahan paradigma sekolah, budaya sekolah transformatif, supervisi akademik, hingga peningkatan kinerja kepala sekolah. Setiap sesi berlangsung selama 2 JP (120 menit), memberikan waktu yang cukup untuk pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab.

Sesi Hari Pertama: Senin, 17 November 2025

Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WITA dengan tema “Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran & Mindset Deep Learning dan Perubahan Paradigma Sekolah” yang dipandu oleh Danang Bagus Yudistira, M.Sc. Dalam sesi ini, Danang memaparkan secara mendalam tentang pergeseran paradigma kepemimpinan sekolah dari yang bersifat manajerial-administratif menuju kepemimpinan pembelajaran yang transformatif.

Materi sesi pertama mencakup konsep deep learning yang menekankan pada pembelajaran yang tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, kolaborasi, dan karakter siswa. Para peserta diajak memahami bagaimana mindset deep learning harus dimulai dari kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan di satuan pendidikan.

Danang juga memaparkan berbagai strategi praktis untuk mendorong perubahan paradigma di sekolah, termasuk pentingnya membangun visi bersama, menciptakan kultur belajar berkelanjutan bagi guru, dan mengembangkan sistem yang mendukung inovasi pembelajaran. Peserta dibekali dengan kerangka kerja untuk menilai kesiapan sekolah mereka dalam menerapkan paradigma deep learning dan merencanakan langkah-langkah perubahan yang sistematis.

Sesi dilanjutkan pada siang hari, pukul 13.00 WITA, dengan tema “Sekolah Transformatif: Menciptakan Budaya Sekolah yang Mendorong Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)” yang dibawakan oleh Mustain, S.Si. Sesi ini memperdalam pemahaman peserta tentang bagaimana menciptakan budaya sekolah yang kondusif bagi pembelajaran mendalam.

Mustain menjelaskan bahwa sekolah transformatif adalah sekolah yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik jangka pendek, tetapi juga pada pengembangan karakter, kompetensi, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan masa depan. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai elemen budaya sekolah transformatif, termasuk nilai-nilai yang dijunjung, norma-norma interaksi, ritual dan tradisi sekolah, struktur organisasi yang mendukung kolaborasi, hingga mekanisme komunikasi yang efektif. Mustain juga berbagi berbagai contoh praktik baik dari sekolah-sekolah yang telah berhasil membangun budaya transformatif.

Sesi Hari Kedua: Selasa, 18 November 2025

Sesi ketiga pada hari kedua dimulai pukul 09.00 WITA dengan tema “Supervisi Akademik untuk Mendorong Optimalisasi Deep Learning” yang dipandu oleh Muhammad Zamrony, Lc. Sesi ini fokus pada pengembangan kompetensi supervisi akademik kepala sekolah, yang merupakan salah satu fungsi kunci dalam peran mereka sebagai pemimpin pembelajaran.

Zamrony memaparkan bahwa supervisi akademik yang efektif bukan sekadar kunjungan kelas untuk mengevaluasi guru, tetapi merupakan proses pembimbingan profesional yang berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia juga menekankan pentingnya supervisi akademik yang berfokus pada deep learning. Dalam konteks ini, kepala sekolah perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang indikator-indikator pembelajaran yang mendalam, sehingga dapat memberikan bimbingan yang tepat kepada guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan paradigma deep learning.

Sesi terakhir berlangsung pada siang hari, pukul 13.00 WITA, dengan tema “Strategi Meningkatkan Kinerja dan Menyusun Laporan PKKS yang Efektif” yang dibawakan oleh Ali Harun, M.Pd. Sesi penutup ini memberikan panduan praktis bagi kepala sekolah dalam aspek yang sangat penting namun sering menjadi tantangan: peningkatan kinerja dan pelaporan.

Ali menjelaskan bahwa Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting untuk refleksi diri, pengembangan profesional, dan akuntabilitas kinerja kepala sekolah. Sesi ini membahas secara detail komponen-komponen PKKS, standar kinerja yang diharapkan, serta strategi untuk mendokumentasikan berbagai aktivitas dan pencapaian kepemimpinan kepala sekolah. Peserta diberikan template dan contoh-contoh laporan PKKS yang baik, serta tips praktis untuk menyusun narasi yang reflektif dan berbasis bukti.

Dalam sesi ini, peserta juga diajak untuk memahami bagaimana mengintegrasikan berbagai materi yang telah dipelajari dalam tiga sesi sebelumnya—kepemimpinan pembelajaran, budaya sekolah transformatif, dan supervisi akademik—ke dalam perencanaan kinerja dan pelaporan PKKS mereka. Dengan demikian, PKKS tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi alat untuk mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah secara berkelanjutan.

Dampak dan Keberlanjutan Program

Keseluruhan program Bimtek SMS ini dirancang dengan pendekatan yang holistik dan komprehensif, memastikan bahwa para kepala sekolah tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan di sekolah mereka. HAFECS memandang bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam transformasi pendidikan, sehingga investasi dalam pengembangan kapasitas kepala sekolah akan memberikan dampak multiplikasi yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah.

Program ini juga mencerminkan keahlian dan komitmen HAFECS dalam menghadirkan program pengembangan profesional yang berkualitas tinggi, dengan narasumber-narasumber yang kompeten dan materi yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan. Dengan melibatkan sekitar 60 kepala sekolah dari berbagai jenjang, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak sistemik terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Jurnalis: Syifa’an Kamila