Salah satu poin utama dalam Tri Darma Perguruan Tinggi adalah pengabdian yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen Universitas Negeri Padang pada 24 Oktober 2024 melibatkan HAFECS untuk melakukan Pelatihan Assessment Diagnostik menggunakan Anderson Krathwohl Taxonomy 24 Kotak dan HOTS pada komunitas belajar MGMP IPA Kabupaten Limapuluh Kota. Bertujuan untuk memberikan wawasan praktis dalam penerapan HOTS pada proses asesmen dan membangun kolaborasi dan ekosistem pertukaran pengalaman antar guru, pendampingan ini dihadiri oleh lebih dari 32 guru.

Analisis HRP 2024
Berdasarkan analisis HAFECS Research & Publication pada hasil pre-test dan post-test yang dirancang khusus untuk sesi training HAFECS, nilai post-test menunjukkan sebaran yang lebih tinggi daripada pre-test. Skor pre-test peserta berada dalam rentang 50 hingga 150, sedangkan skor post-test meningkat menjadi 80 hingga 160. Perkembangan pemahaman peserta ke arah positif ditunjukkan pada rerata skor post-test meningkat menjadi 118.5, di mana semula berada di angka 84.5 pada pre-test. Sebaran data di atas menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh HAFECS mampu meningkatkan pemahaman peserta terkait penyusunan asesmen HOTS.

Analisis HRP 2024
Apabila dilihat berdasarkan nilai capaian dan kategorisasi N-Gain, peningkatan skor post-test dari pre-test menunjukkan bahwa sebesar 60% peserta mampu mencapai gain dalam kategori sedang (0,3–0,7). Namun, meskipun pengetahuan seluruh peserta meningkat setelah mendapatkan pendampingan dari HAFECS, sebanyak 35% peserta berada pada kategori rendah (<0,30) dan 5% peserta mencapai kategori tinggi (>0,7).

Analisis HRP 2024
Pengukuran signifikansi perbedaan skor pre-test dan post-test juga diukur menggunakan Uji Wilcoxon untuk memperkuat indikasi peningkatan pengetahuan peserta. Rerata skor pre-test berada di angka 87, sedangkan post-test meningkat menjadi 118. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon, nilai signifikansi berupa p = 0,000, yang mana lebih kecil dari 0,5, sehingga dapat disimpulkan bahwa terhadap perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Berdasarkan temuan-temuan ini, pelatihan yang diberikan oleh HAFECS terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan.
Perkembangan wawasan praktis dalam penerapan HOTS pada proses asesmen guru bukan satu-satunya dampak yang diberikan oleh HAFECS dalam melaksanakan perannya sebagai pendampingan pengabdian dosen Universitas Negeri Padang. Menurut beberapa guru peserta, sesi training HAFECS mudah dipahami, interaktif, dan mampu mendukung peserta untuk secara proaktif mengimplementasikan Teaching Mastery Framework (TMF). Para peserta juga berkomitmen untuk menerapkan pembuatan asesmen diagnostik dengan memperhatikan tingkat kognitif siswa berdasarkan Anderson Krathwohl Taxonomy (AKT). Hal ini membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh trainer HAFECS mampu menjadi acuan untuk guru mengelola kelas masing-masing.
Selain itu, mayoritas peserta menyatakan bahwa perlunya kerja sama lanjutan antara sekolah dengan HAFECS, baik dalam bentuk pelatihan maupun inisiasi komunitas belajar, untuk meningkatkan kompetensi ajar dan kualitas pengajaran para guru. Sebagai tindak lanjut, peserta mengharapkan pihak sekolah untuk mengadakan seminar dan pelatihan yang mendukung peningkatan kualitas guru, serta meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, sehingga guru termotivasi untuk menerapkan metode mengajar yang inovatif.
Penulis: Farida Hayati & Yumna A. Maghfirah


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?