Barito Kuala — Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) kembali menyelenggarakan webinar Elevate Class secara daring pada Jum’at, 13 Maret 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) ini mengangkat tema “Menciptakan Media Pembelajaran Kreatif & Mendesain Modul Pembelajaran dengan Kecerdasan Artifisial”. Webinar ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh sekitar 40 peserta, materi ini disampaikan oleh Aulida Mardiari, S.Pd. dan Hamas Akief Sanie A.Md.Kom. Peserta diajak memahami bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam merancang berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari pembuatan materi ajar, modul pembelajaran, hingga media visual yang menarik. Selain itu, disampaikan pula secara garis besar bahwa keberhasilan penggunaan AI sangat bergantung pada kemampuan guru dalam memberikan instruksi atau prompt yang jelas dan terarah, sehingga hasil yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan teknologi dalam menciptakan pembelajaran abad ke-21 yang lebih adaptif dan inovatif. AI diposisikan sebagai mitra yang membantu meningkatkan produktivitas guru tanpa menggantikan peran utama pendidik dalam proses belajar mengajar. Peserta webinar tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terutama saat sesi praktik dan diskusi interaktif. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berharap para peserta dapat meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan efektif. Dengan demikian, guru mampu menciptakan media dan modul pembelajaran yang lebih kreatif, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.


Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila