Barito Kuala — HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) kembali menyelenggarakan sesi lanjutan Elevate Expert Class dengan mengangkat materi “Implementasi Desain Pembelajaran Berbasis AI” yang disampaikan oleh Aulida Mardiari, S.Pd dan dilaksanakan secara daring pada Rabu, 18 Februari 2026. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan artifisial secara lebih praktis dan aplikatif.

Narasumber menjelaskan langkah-langkah dalam menyusun desain pembelajaran berbasis AI, mulai dari perencanaan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi yang sesuai, hingga pemanfaatan berbagai tools AI untuk mendukung pembuatan materi ajar, asesmen, dan media pembelajaran. Peserta juga diperkenalkan contoh implementasi nyata yang dapat langsung diterapkan di kelas, sehingga memudahkan guru dalam mengadaptasi teknologi sesuai kebutuhan siswa.
Selain itu, ditekankan pentingnya peran guru sebagai perancang pembelajaran yang tetap memegang kendali utama, sementara AI berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi. Peserta diarahkan untuk mampu memilih dan menggunakan teknologi secara tepat, sehingga desain pembelajaran yang dihasilkan tidak hanya modern, tetapi juga tetap bermakna dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui sesi ini, diharapkan peserta semakin siap mengimplementasikan desain pembelajaran berbasis AI secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan di era digital.

Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?