Barito Kuala — HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) menyelenggarakan Elevate Expert Class dengan mengangkat materi “Inovasi Pembelajaran Digital: Paradigma Baru Mengajar di Era Teknologi & AI” pada Jum’at, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring bersama karyawan Yayasan Hasnur Centre  serta diikuti secara daring oleh 40 peserta dari berbagai kalangan pendidik.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd., yang merupakan Kepala Departemen Teknologi Pedidikan Universitas Malang. Dr. Henry memaparkan penjelasan mengenai transformasi pembelajaran di era digital serta pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI). Acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Eksekutif Yayasan Hasnur Centre, Dr. H. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., MM., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UIN Palangkaraya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I. 

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pembelajaran digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan paradigma mengajar yang lebih adaptif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Peserta diajak memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Melalui kegiatan ini, HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berharap para peserta mampu mengembangkan keterampilan digital serta mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan selaras dengan tuntutan pendidikan di era teknologi. Peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan AI sebagai alat bantu untuk merancang materi ajar, menyusun media pembelajaran yang kreatif, serta meningkatkan efisiensi dalam berbagai tugas pendidik.

Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk membangun pola pikir inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya menarik dan interaktif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna, berpusat pada siswa, serta mampu menumbuhkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.


Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila