Memupuk Wellbeing Siswa melalui Pembelajaran Sosial-Emosional
Jakarta, 31 Mei 2024 — Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan di Indonesia dengan mengadakan webinar khusus untuk Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI). Webinar ini mengangkat tema “Memupuk Wellbeing Siswa dengan Pembelajaran Sosial-Emosional dalam Rangka Memperkokoh Implementasi Kurikulum Merdeka” dan dihadiri oleh ratusan guru madrasah dari berbagai daerah.
Webinar tersebut dibuka dengan sambutan hangat dari Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PGMI, Dr. H. Wahyudin Hakim, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Dr. Wahyudin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada HAFECS atas inisiatif ini dan menekankan pentingnya pembelajaran sosial-emosional dalam kurikulum Merdeka. “Kami sangat menghargai usaha HAFECS dalam mendukung pengembangan kompetensi guru madrasah. Pembelajaran sosial-emosional merupakan komponen kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Tatang Suratno, M.Pd., seorang ahli dalam bidang pendidikan sosial-emosional, bertindak sebagai trainer dalam webinar ini. Tatang memberikan materi yang komprehensif mengenai strategi dan praktik terbaik dalam mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional ke dalam kurikulum Merdeka. Ia menekankan bahwa wellbeing siswa adalah fondasi utama yang harus diperhatikan oleh para pendidik untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan holistik.
Selama sesi webinar, Tatang Suratno menjelaskan berbagai teknik dan metode yang dapat digunakan oleh para guru untuk memupuk wellbeing siswa. Ia juga membahas bagaimana aspek sosial-emosional dapat membantu siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial di sekolah. “Pembelajaran sosial-emosional tidak hanya membantu siswa dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membangun karakter dan kemampuan interpersonal mereka. Hal ini sangat penting dalam era Kurikulum Merdeka yang menekankan pada kemandirian dan kreativitas siswa,” kata Tatang.
Para peserta webinar menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka yang berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan pembelajaran sosial-emosional di sekolah madrasah. Webinar ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi platform bagi para guru untuk saling bertukar ide dan pengalaman.
HAFECS berharap bahwa melalui webinar ini, para guru madrasah dapat lebih memahami dan mengimplementasikan pembelajaran sosial-emosional secara efektif, sehingga dapat meningkatkan wellbeing siswa dan memperkokoh implementasi kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah madrasah. “Kami percaya bahwa dengan guru yang terlatih dan berkomitmen, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” tutup perwakilan HAFECS.
Dengan berakhirnya webinar ini, HAFECS dan PGMI berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Keduanya sepakat bahwa pendidikan yang berfokus pada pengembangan sosial-emosional siswa adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.
Webinar ini menandai langkah maju dalam upaya bersama untuk memajukan pendidikan madrasah di Indonesia, dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat segera diterapkan di lapangan, memberikan dampak positif yang nyata bagi para siswa dan komunitas sekolah.
Penulis: Musa Anggiat Hendri Bukit
Baca juga berita dan artikel kami di WA channel kami: WA channel HAFECS


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?