Barito Kuala, 9 Juli 2025  – Sebanyak 45 pendidik dan tutor dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berkolaborasi dengan SPNF SKB HST pada Selasa, 27 Mei 2025, di Hotel Darul Istiqomah.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.20 WITA ini mengangkat tema Penguatan Karakter Berbasis Mindset Chance melalui Penerapan Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning Membangun Budaya Positif dan Pembelajaran Transformatif: Strategi Pembelajaran yang Menumbuhkan Mindset Chance dan Kaitannya dengan Pendidikan Kesetaraan.

Kegiatan yang dipandu oleh Taufik Hidayat, S.Si., Gr. ini diikuti oleh guru-guru dari jenjang TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA, serta tutor SKB HST. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam tentang implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif.

Mindset Chance merupakan pola pikir yang sangat penting untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan deep learning, kita dapat membangun karakter siswa yang lebih positif dan adaptif terhadap perubahan. Pelatihan ini fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun budaya positif di lingkungan pendidikan. Para peserta dibekali dengan berbagai teknik dan metode pembelajaran transformatif yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Salah satu aspek penting yang dibahas adalah keterkaitan antara mindset chance dengan pendidikan kesetaraan, di mana setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang optimal sesuai dengan potensi masing-masing. Pelatihan berlangsung secara offline dengan suasana yang interaktif dan kondusif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi terkait implementasi konsep-konsep yang dipelajari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan HAFECS dan SPNF SKB HST dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi dalam pendekatan pembelajaran.