PALANGKARAYA – HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) berhasil menyelenggarakan program pelatihan pembelajaran mendalam bagi tenaga pendidik di Kalimantan Tengah pada 16-17 Desember 2025. Kegiatan yang berlokasi di gedung BPMP Provinsi Kalimantan Tengah ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Melalui Pembelajaran Mendalam: Menumbuhkan Pembelajaran yang Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan“.
Pelatihan selama dua hari tersebut menghadirkan Aulida Mardiari, S.Pd, yang merupakan salah satu trainer berpengalaman HAFECS yang memandu langsung para peserta kegiatan, serta Hafidz Ridha Try Sjahputra, S.IP., M.InternatRel., CLMA., CSDGs. selaku Head of Partnership Department HAFECS.

Program pelatihan ini dirancang secara sistematis dengan membagi materi ke dalam enam modul utama, yakni growth mindset yang telah disusun ala HAFECS untuk resiliensi budaya belajar, konsep dan kerangka pembelajaran mendalam, strategi pembelajaran mendalam dan perbaikan pola pikir siswa, sistem asesmen yang tepat dan selaras kebutuhan murid, praktik nyata pembelajaran mendalam di kelas, serta integrasi teaching review dan teaching grading untuk peningkatan proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan aktivitas interaktif yang membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diminta mendiskusikan berbagai pernyataan untuk menguji kepekaan mereka dalam membedakan antara Growth Mindset (pola pikir bertumbuh) dan Fixed Mindset (pola pikir tetap), yang menjadi fondasi penting agar guru mampu mengidentifikasi hambatan mental yang sering dialami siswa.

Selama diskusi dalam sesi berlangsung, Aulida Mardiari memaparkan secara mendalam perbedaan kedua pola pikir tersebut dalam konteks keseharian siswa di sekolah. Ia menjelaskan bahwa transisi menuju growth mindset sangat bergantung pada metode pengajaran yang tepat, yang terkait erat dengan Teaching Mastery Framework (TMF) yang dikembangkan HAFECS, sebuah kerangka kerja yang membantu guru mengorkestrasi pembelajaran agar lebih sistematis dan berdampak tinggi.
Memasuki inti materi, peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dan kerangka Pembelajaran Mendalam. Materi ini menekankan bahwa belajar bukan sekadar menghafal informasi, melainkan bagaimana siswa mampu mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata dan berpikir kritis.
Untuk menguji pemahaman, pelatihan dilanjutkan dengan sesi simulasi. Para peserta secara bergantian bertugas menjadi guru dan murid dalam metode role-play. Praktik ini memungkinkan para pendidik merasakan langsung dinamika penyampaian materi Pembelajaran Mendalam sekaligus memahami perspektif siswa saat menerima instruksi di kelas.
Kegiatan ditutup dengan sesi Teaching Review, di mana setiap peserta melakukan penilaian terhadap praktik yang telah dilakukan. Evaluasi rekan sejawat dan umpan balik dari trainer menjadi poin penting untuk perbaikan berkelanjutan, guna memastikan metode yang dipelajari dapat diimplementasikan secara efektif saat mereka kembali ke sekolah masing-masing.

Kegiatan pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang baik dari para peserta. Bapak Cahyadi, Guru SD Negeri 1 Tanjung Jariangau, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Program pelatihan pembelajaran mendalam yang dilaksanakan HAFECS ini sangat bermanfaat dan bagus. Kami berharap program pelatihan tidak hanya terhenti pada tema ini saja, tetapi juga pengembangan tema-tema ataupun isu-isu lainnya yang relevan dengan dunia pendidikan kita di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru tidak hanya menguasai materi secara teoritis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat perkembangan yang berkelanjutan dan menciptakan generasi yang lebih kritis, kreatif, dan memiliki daya tahan mental yang kuat. Pelatihan ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan strategi pengajaran yang lebih kritis dan bermakna di instansi masing-masing, sebagai wujud nyata transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah.
Penulis: Noorhana Sesar Sari
Editor: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?