Barito Kuala – HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) sukses menyelenggarakan program Training Grant Certification Batch #2 dengan fokus pada pengembangan literasi dan numerasi melalui pendekatan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh 17 peserta training dari berbagai jenjang pendidikan.
Penguatan Literasi Melalui Pendekatan PCK dan HOTS
Sesi Grant Certification kali ini mengangkat tema “Keterkaitan PCK & HOTS dalam Pengembangan Literacy & Numeracy”. Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, Gr., selaku fasilitator pelatihan, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang keterkaitan antara PCK dan HOTS dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Program ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan pengetahuan konten pedagogi dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran literasi dan numerasi.
Sasaran untuk Semua Jenjang Pendidikan
Yang menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif, mencakup seluruh jenjang pendidikan. Hal ini menunjukkan komitmen HAFECS untuk memastikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi dapat diterapkan secara menyeluruh, dari tingkat dasar hingga menengah.
Para peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan PCK dan HOTS. Metode pelatihan yang interaktif memungkinkan para pendidik untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Jurnalis: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?