Barito kuala – SMAN 1 Bakumpai menjadi tuan rumah penyelenggaraan In House Training (IHT) bertemakan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Rabu (15/10), yang diselenggarakan oleh HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services). Pelatihan tersebut dipandu oleh Aulida Mardiari, S.Pd., salah satu trainer berpengalaman dari HAFECS.
Kegiatan pelatihan dasar KKA ini diikuti oleh para guru jenjang SMA/MA dengan mengangkat tema utama “Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding & Kecerdasan Artifisial”. Pelatihan dilaksanakan langsung secara luring di lingkungan SMAN 1 Bakumpai, memungkinkan interaksi langsung antara fasilitator dan peserta untuk memaksimalkan proses pembelajaran.

Berpikir komputasional merupakan keterampilan fundamental yang harus dikuasai sebelum mempelajari koding dan kecerdasan artifisial. Kemampuan ini meliputi cara memecah masalah kompleks, mengenali pola, mengabstraksi informasi, dan merancang algoritma solusi—kompetensi yang sangat relevan di era digital saat ini.
HAFECS, sebagai konsultan pendidikan yang berfokus pada peningkatan fungsi pendidikan, membawa pendekatan praktis dalam pelatihan ini. Para guru tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan konsep-konsep tersebut ke dalam pembelajaran di kelas.
Pelatihan KKA ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan menguasai dasar-dasar KKA, guru dapat mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin digital dan berbasis teknologi.
Jurnalis: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?