Bandung, 21 Mei 2025 – Upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah Bandung Raya terus digalakkan melalui kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat dengan HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services). Kegiatan Sosialisasi Program Pendampingan Guru berbasis Teaching Mastery Framework (TMF) dilaksanakan selama tiga hari, melibatkan ratusan kepala sekolah dan guru dari jenjang SD dan SMP.

Gambar 1 : Pembukaan Sosialisasi Program Pendampingan Guru di Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama Trainer HAFECS, dihadiri oleh Dr. Edy Suparjoto S.Pd. M.Pd. selaku Sekdis Disdik Kota Bandung.

Gambar 1 : Pembukaan Sosialisasi Program Pendampingan Guru di Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama Trainer HAFECS, dihadiri oleh Dr. Edy Suparjoto S.Pd. M.Pd. selaku Sekdis Disdik Kota Bandung.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Dedy Mulyadi, tokoh nasional asal Jawa Barat, yang selama ini dikenal fokus dalam membangun kualitas pendidikan dari akar: penguatan peran guru dan kepala sekolah sebagai agen perubahan di sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kompetensi guru melalui Teaching Mastery Framework menuju “Jabar Juara Lahir Batin melalui Pendidikan

Elevate Tour Dinas Pendidikan Kota Bandung

Tanggal: 21 Mei 2025
Peserta: 172 kepala sekolah dan guru SD, serta 172 dari jenjang SMP

Hari pertama kegiatan dibuka oleh Jul Sipriadi, S.Pd., M.M., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bandung. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak dapat ditawar, terutama di tengah tuntutan zaman dan perubahan karakteristik siswa saat ini.

“TMF mendorong guru dan kepala sekolah menjadi lebih reflektif dan transformatif, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter sebagaimana diperjuangkan oleh tokoh-tokoh peduli pendidikan seperti Kang Dedy Mulyadi,” ujarnya.

Elevate Tour Dinas Pendidikan Kota Cimahi

Tanggal: 22 Mei 2025
 Peserta: 60 kepala sekolah dan guru SD, 58 dari jenjang SMP

Hari kedua menghadirkan suasana diskusi dan praktik yang intens. Peserta berdiskusi tentang tantangan pengajaran abad ke-21, serta bagaimana peran kepala sekolah sebagai instructional leader sangat menentukan arah perubahan di satuan pendidikan.

Gambar 2 Peserta dari Kota Cimahi aktif mengikuti sesi Teaching Mastery Framework bersama HAFECS dan Bapak Juli Supriadi, S.Pd., M.M., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Kependidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Tanggal: 23 Mei 2025
Peserta: 100 kepala sekolah dan guru SD, 100 dari jenjang SMP

Hari ketiga menutup rangkaian kegiatan dengan semangat perubahan yang tinggi dari para peserta. Guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Bandung Barat menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan konsep Teaching Mastery Framework (TMF), praktik penyusunan strategi pembelajaran, hingga diskusi implementasi di lapangan.

Para peserta menilai bahwa program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membuka wawasan baru dalam memimpin proses belajar mengajar yang lebih reflektif dan berpihak pada siswa. Mereka menyampaikan harapan besar agar pendampingan dari HAFECS tidak berhenti di tahap sosialisasi, tetapi berlanjut dalam bentuk coaching nyata, intensif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah masing-masing.

Mereka meyakini bahwa pendampingan yang dilakukan secara langsung di ruang kelas akan membantu guru mengintegrasikan prinsip TMF dalam praktik sehari-hari, serta memungkinkan kepala sekolah berperan aktif sebagai pemimpin pembelajaran. Dengan demikian, transformasi pendidikan yang dicanangkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi betul-betul dirasakan dampaknya oleh siswa dan masyarakat.

Dukungan nyata dari pemangku kebijakan di daerah serta kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat mewujudkan komitmen tersebut, menuju terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih bermakna, berkualitas, dan selaras dengan semangat “Jabar Juara Lahir Batin.”

Gambar 3 Kegiatan TMF bersama kepala sekolah dan guru di Kabupaten Bandung Barat.

Mewujudkan Pendidikan Humanis dan Berkualitas di Jawa Barat

Teaching Mastery Framework sejalan dengan fokus Dedy Mulyadi dalam memperjuangkan pendidikan yang membentuk karakter, memberdayakan guru, dan mendekatkan sekolah dengan nilai-nilai lokal serta kebudayaan Sunda.

Gambar 4 : Salah satu Kepala Sekolah Peserta Program Pendampingan Guru di Dinas Kota Bandung foto dengan Buku Kurikulum Merdeka HAFECS.

Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi sebuah gerakan bersama menuju kualitas pendidikan yang berpihak pada siswa dan memuliakan profesi pendidik — sebagaimana prinsip yang selalu digaungkan oleh Dedy Mulyadi: “Sekolah harus menjadi tempat lahirnya anak-anak hebat, dan itu dimulai dari guru yang hebat.”

Jurnalis: Musa Anggiat Hendri Bukit