Rabu (25/05/2022), Barito Kuala-Kalimantan Selatan, telah dilaksanakan Workshop POP 2 (Program Organisasi Penggerak) bertempat di Global Islamic Boarding School (GIBS). Acara ini diselenggarakan oleh HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) unit naungan Yayasan HASNUR CENTRE hasil kerja sama dengan Kementerian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut 23 – 25 Mei 2022. Dihadiri oleh 40 guru SMP yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dengan membawa tema “Pembelajaran Dengan Pendekatan Sosiolinguistik Untuk Menunjang Peningkatan Kompetensi Abad 21”
Acara dimulai 09.35-15.05 WITA, pembukaan dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya bersama lalu dilanjutkan penyambutan oleh Bapak Danang Bagus Yudistira. Beliau selaku penanggung jawab acara dan pemateri pertama. Ia mewakilkan Salam dari Bapak Zulfikar Alimuddin (Direktur Eksekutif Yayasan Hasnur Centre) yang berhalangan hadir sekaligus menyambut para guru, setelah itu diadakan foto bersama para guru dan coffee break.
Setelah coffee break, para guru dipersilahkan memasuki kembali ruangan untuk memulai Sesi pertama. Sesi ini dibawakan oleh Bapak Danang Bagus Yudistira dengan judul “How to Talk Your Student” membahas bagaimana para guru berkomunikasi dengan siswanya, sebelum memasuki materi Beliau memulai dengan tebak-tebakan bertujuan merilekskan para guru.
Ditengah pemaparan materi “We cannot not really communicate properly” diucapkan oleh Bapak Danang. Beliau menjelaskan bahwa kita tidak akan bisa berkomunikasi dengan sebenar-benarnya. Dikarenakan sifat, pandangan, pola pikir, dan daya tangkap kita yang berbeda, kita hanya bisa meminimalisirnya dengan berbagai cara. Misalnya, jika kita seorang guru TK ingin menyampaikan sesuatu kepada siswa harusnya menyesuaikan dengan kemampuan anak TK jangan disamakan cara penyampaian anak TK dan SMP., dikarenakan kosakata dan pengetahuan anak TK tidak sebanding dengan anak SMP.
“Sebaik apapun komunikasi yang dilakukan namun jika respon yang didapatkan masih kurang tepat berarti: kita harus mengubah (memperbaiki) cara berkomunikasi” ujar Bapak Danang sebelum menutup materi.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan data hasil Pretest dan Posttest oleh Ibu Ni Wayan Karlina,beliau memaparkan hasil yang didapat setelah melakukan Pretest dan Posttest dengan jumlah partisipan terdaftar di Platform 144 orang. Selanjutnya penyampaian informasi mengenai Program Organisasi Penggerak oleh Ibu Nur Kholipah selaku asisten direktur eksekutif Yayasan HASNUR CENTRE.

Di sesi kedua, diisi oleh Bapak Arif Sholahuddin selaku Dosen prodi Pendidikan Kimia dan IPA di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Beliau mengutip kata dari Ali bin Abi Thalib “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu”. Beliau menjelaskan bagaimana seorang guru jika ingin mengajarkan siswanya, guru minimal bisa mengikuti sesuai dengan perkembangan zaman dalam hal yang positif. Karena sekarang ini penyebab penurunan semangat belajar siswa adalah media pembelajaran yang tidak sesuai dengan minat siswa sekarang.“Dimana dan Siapa Pelatih terbaik bagi Guru?” ia melontarkan pertanyaan ke para peserta. kemudian ia menjawab tempat terbaik bagi guru belajar adalah di kelas itu sendiri dan pelatih terbaik bagi guru itu kolega sesama gurunya.

Di akhir acara dilakukan penyerahan sertifikat oleh Ibu Nur Kholipah kepada Bapak Arif Sholahuddin. Acara berakhir di 15.05 WITA para guru mengisi registrasi kelengkapan dokumen dan coffee break sebelum pulang.
Penulis: Rasulih Akmal
Editor: Miranti Diah Prastika


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?