Jakarta, 23–24 Juni 2025 – HAFECS kembali menyelenggarakan program In House Training sebagai bagian dari komitmennya dalam mendampingi transformasi pembelajaran di berbagai satuan pendidikan. Kali ini, pelatihan dilaksanakan di Sekolah Kemurnian Jakarta dan diikuti oleh seluruh guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selama dua hari pelatihan, para peserta diajak untuk menggali dan memahami secara lebih mendalam konsep Anderson & Krathwohl Bloom’s Taxonomy Revised, sebuah kerangka berpikir penting dalam merancang tujuan dan strategi pembelajaran. Pelatihan ini dipandu oleh Ubaidillah, S.Pd., salah satu trainer senior HAFECS yang telah berpengalaman luas dalam bidang pelatihan guru dan pengembangan pembelajaran berbasis kerangka taksonomi.
Hari Pertama: Guru SMP & SMA Memahami Kerangka Berpikir Tingkat Tinggi

Pada hari pertama, pelatihan diikuti oleh guru-guru dari jenjang SMP dan SMA. Materi diawali dengan pengantar mengenai konsep revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi enam ranah kognitif yang telah diperbarui: Remember, Understand, Apply, Analyze, Evaluate, dan Create.
Melalui diskusi kelompok, simulasi, dan refleksi praktis, peserta diajak untuk mengaitkan teori tersebut dengan praktik pengajaran sehari-hari. Tidak hanya merancang tujuan pembelajaran, para guru juga dilatih untuk menyusun aktivitas dan asesmen yang sesuai dengan level kognitif yang dituju.
Hari Kedua: Guru SD Menyusun Pembelajaran Bermakna Sejak Dini

Di hari kedua, giliran guru-guru SD yang mengikuti pelatihan. Walau materi yang diberikan tetap sama, pendekatan yang digunakan lebih disesuaikan dengan konteks dan karakteristik pembelajaran di jenjang dasar. Fokus diberikan pada pentingnya menyusun pembelajaran yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga mendorong pemahaman konsep, pemecahan masalah, serta pembentukan karakter dan kreativitas sejak dini.
Peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, terlebih karena diberikan ruang untuk saling berbagi praktik baik, tantangan yang dihadapi, dan cara-cara inovatif dalam mengimplementasikan taksonomi ini di dalam kelas.
Menjadi Guru yang Merancang Pembelajaran Secara Sadar

Melalui pelatihan ini, para pendidik diajak untuk menjadi guru yang merancang pembelajaran secara sadar—tidak sekadar mengikuti rutinitas, tetapi memahami mengapa dan bagaimana sebuah tujuan pembelajaran dirancang, serta dampaknya terhadap proses berpikir dan karakter siswa.
In House Training ini bukan hanya memberikan pengetahuan konseptual, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan praktis dalam menyusun tujuan pembelajaran, menyelaraskan dengan aktivitas belajar, dan melakukan asesmen yang tepat.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen masing-masing guru untuk mulai menerapkan pendekatan ini dalam rencana mengajar mereka ke depan.
Jurnalis: Yessy Ishlah Riwayati


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?