Jakarta, 16 Juli 2025 — Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMP di Sekolah Kemurnian Jakarta mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh lebih dari 100 siswa-siswi baru. Bertempat di ballroom sekolah, kegiatan ini menghadirkan M. Mustain S.Si., trainer dari HAFECS, sebagai pemateri utama.
Dengan semangat membangun generasi muda yang berani, tangguh, dan bertanggung jawab, LDK kali ini mengusung tiga tema besar yang sangat relevan dengan dunia remaja masa kini: kepemimpinan, survival, dan media sosial. Ketiga tema ini dikemas secara menarik dan aplikatif, mendorong peserta untuk lebih memahami peran mereka sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin masa depan.

Sesi dimulai dengan pemaparan inspiratif tentang karakter pemimpin sejati, dilanjutkan dengan pembekalan seputar strategi bertahan di lingkungan baru baik secara sosial maupun emosional. Bagian yang paling dinanti adalah pembahasan mengenai media sosial—bagaimana pelajar bisa bijak dalam menggunakan platform digital untuk membangun citra positif dan saling mendukung di dunia maya.

Menariknya, para peserta juga diajak untuk menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk poster dan presentasi kelompok, yang kemudian dipresentasikan di akhir sesi. Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga keberanian dan kemampuan berkomunikasi di depan umum.

Kegiatan LDK ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bisa dikemas menyenangkan, mendalam, dan membekas dalam ingatan siswa. Harapannya, siswa-siswi SMP dari Sekolah Kemurnian Jakarta mampu melangkah ke jenjang pendidikan baru dengan percaya diri dan semangat kepemimpinan yang kuat.
Jurnalis: Yessy Ishlah Riwayati


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?