Jakarta, 18 November 2023 – Momentum penting Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 18 yang bekerjasama dengan HAFECS. Kerja sama ini berfokus pada pelatihan mengajar dan pengembangan literasi – numerasi. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Universitas Indonesia ini  menandai langkah awal para calon pengajar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil.

Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM)

Aktivitas utama GUIM Angkatan 18 akan difokuskan pada lima titik aksi di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dengan tujuan utama melibatkan para pengajar dalam kegiatan belajar-mengajar di bidang literasi dan numerasi. Selama 25 hari di bulan Januari 2024, para pengajar akan mempraktikkan metode pengajaran yang inovatif, dengan memberikan penekanan khusus pada literasi dan numerasi. 

Pelatihan Oleh HAFECS

dok. HAFECS18/11/23-GUIM

GUIM dan HAFECS menjadi mitra strategis dalam memberikan pelatihan yang komprehensif bagi para calon pengajar. Niken Roro Hapsari selaku trainer HAFECS berharap agar para pengajar dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk berkolaborasi dengan guru setempat, menjalin hubungan yang harmonis, dan memotivasi siswa untuk meraih keberhasilan lebih tinggi di bidang literasi dan numerasi.

Peserta yang mengikuti pelatihan pengajaran dan pengembangan literasi-numerasi telah merasakan manfaat yang signifikan dari program pelatihan yang mereka ikuti. Melalui kesempatan ini, mereka tidak hanya meningkatkan keterampilan pengajaran mereka tetapi juga mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang literasi dan numerasi. Pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam konteks pengajaran sehari-hari. Para peserta merasa lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bahwa mereka dapat memberikan dampak positif terhadap pembelajaran literasi dan numerasi di lingkungan mereka masing-masing.

 

Jurnalis: Niken Roro Hapsari