Pendahuluan

Gaya belajar menjadi topik yang semakin penting dalam dunia pendidikan, karena berpengaruh terhadap berbagai aspek proses pembelajaran. Gaya belajar dapat memprediksi bagaimana siswa memproses informasi dan memecahkan masalah pembelajaran secara berbeda, meski terlibat dalam kegiatan belajar yang sama.

Setiap individu memiliki preferensi tersendiri dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi baru. Beberapa siswa lebih mudah belajar dengan melihat gambar atau diagram, sementara yang lain lebih menyukai penjelasan lisan atau keterlibatan langsung dalam aktivitas fisik. Perbedaan gaya belajar ini berpengaruh signifikan terhadap keefektifan proses pembelajaran di dalam kelas.

Jika memahami gaya belajar masing-masing siswa, guru dapat menyesuaikan metode pengajaran dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Hal ini dapat membantu mengoptimalkan pemahaman dan penyerapan informasi bagi setiap siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.

 

 

Jenis-Jenis Gaya Belajar

Pengetahuan terkait gaya belajar siswa dapat memudahkan guru dalam memilih kegiatan pembelajaran yang sesuai dan membantu siswa dalam menerima informasi dengan lebih efektif. Ada tiga jenis gaya belajar yang mungkin dimiliki siswa, yaitu:

 

  • Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, mengamati, memandang, dan sejenisnya. Kekuatan gaya belajar ini terletak pada indera penglihatan. Bagi orang yang memiliki gaya ini, mata adalah alat yang paling peka untuk menangkap setiap gejala atau stimulus (rangsangan) belajar. Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar visual yaitu mempunyai nada suara yang tinggi, berbicara dengan cepat dan tidak suka mendengarkan orang lain, lebih suka berbicara dengan bertatap muka, berpakaian rapi dan teratur, suka membaca dan dapat membaca dengan cepat, teliti, sering melupakan sesuatu, saat marah cenderung diam, dan sebagainya.

 

  • Gaya Belajar Auditori

Gaya belajar auditori atau aural learner adalah gaya belajar yang cenderung menerima informasi paling baik dan efektif dengan menggunakan indra pendengaran (audio). Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar auditorial adalah mempunyai suara yang jelas dan kuat, lebih suka berbicara melalui perantara seperti telepon, suka mendengarkan orang lain, sering berbicara sendiri atau menggumam, banyak bicara, tidak suka membaca, saat marah mereka cenderung mengekspresikannya dengan marah, suka mendengarkan musik, suka dengan diskusi kelompok, dan lain-lain.

 

  • Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Maksudnya ialah belajar dengan mengutamakan indera perasa dan gerak-gerakan fisik. Orang dengan gaya belajar ini lebih mudah menangkap pelajaran apabila ia bergerak, meraba, atau mengambil tindakan. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik yaitu suaranya cenderung berat, sering menggunakan bahasa tubuh atau gerakan, berbicara lambat, tidak bisa duduk dalam waktu yang lama, saat belajar suka berjalan-jalan, menyukai permainan, olahraga atau kegiatan yang melibatkan fisik, dan sebagainya.

 

 

Strategi Pembelajaran Efektif Berdasarkan Gaya Belajar

Penting untuk menyadari bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar unik yang paling sesuai untuk mereka. Beberapa siswa mungkin merupakan pembelajar visual, sementara yang lain mungkin pembelajar auditori atau kinestetik. Oleh karena itu, strategi yang ada harus disesuaikan dengan gaya belajar yang berbeda untuk memastikan bahwa semua siswa mempunyai kesempatan untuk belajar secara efektif. Berikut beberapa strategi yang dapat dikembangkan oleh guru :

 

  • Mengenali Gaya Belajar

Mulailah dengan mengenali gaya belajar pada setiap siswa. Pengenalan dapat dilakukan melalui kuesioner atau observasi. Hal ini akan membantu mengidentifikasi gaya belajar yang dominan pada setiap siswa.

 

  • Metode Pengajaran yang Bervariasi

Setelah gaya belajar teridentifikasi, gabungkan berbagai metode pengajaran untuk mengatasi gaya belajar yang berbeda. Pembelajar visual dapat menggunakan alat bantu visual seperti bagan, diagram, dan video. Pembelajar auditori dapat diberikan ceramah, diskusi, dan materi audio. Pembelajar kinestetik dapat menggabungkan aktivitas langsung, eksperimen, dan kerja kelompok.

 

  • Pembelajaran secara individu

Pengalaman belajar dapat menjadi refleksi untuk menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan masing-masing siswa berdasarkan gaya belajar mereka. Siswa perlu diberi kesempatan untuk memilih metode pembelajaran yang disukainya dalam kerangka kurikulum. Hal ini akan meningkatkan keterlibatan dan motivasi mereka.

 

  • Lingkungan Kelas yang Fleksibel

Ciptakan lingkungan kelas yang fleksibel yang memungkinkan siswa belajar dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Sekolah dapat menyediakan pilihan tempat duduk yang nyaman, akses terhadap teknologi, dan sumber daya yang memenuhi preferensi pembelajaran yang berbeda.

 

  • Kolaborasi dan Pembelajaran Teman Sebaya

Kegiatan kolaborasi dan pembelajaran teman sebaya dapat mendorong dan memfasilitasi lingkungan belajar yang beragam. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar dari dan dengan satu sama lain, memaparkan mereka pada gaya belajar yang berbeda dan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka.

 

  • Refleksi dan Umpan Balik

Lakukanlah sesi refleksi dan umpan balik secara berkala untuk membantu siswa mengidentifikasi gaya belajar mereka dan merefleksikan pengalaman belajar mereka. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan dalam pendekatan pembelajaran mereka.

 

Kesimpulan

Gaya belajar dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan prestasi akademik mereka. Ketika gaya belajar dipertimbangkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, siswa cenderung lebih terlibat, lebih tertarik, dan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.

Oleh karena itu, memahami dan mengakomodasi gaya belajar siswa menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di dalam kelas. Kebutuhan individu yang dipertimbangkan dapat memaksimalkan potensi mereka dan memfasilitasi perkembangan akademik yang optimal.

 

Sumber:

Al-Roomy MA. 2023. The Relationship Among Students’ Learning Styles, Health Sciences Colleges, and Grade Point Average (GPA). Adv Med Educ Pract ; 14:203-213.
doi: 10.2147/AMEP.S395720

Cahyani, Ika Suci. 2017. Pentingnya Mengenali Gaya Belajar Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran. Universitas Negeri Yogyakarta

Mariono, Andi. 2017. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Penerapan Konsep dan Prosedur. Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Volume 3, Nomor 1

Putri, Rahma Azzahrah dkk. 2020. Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1 (2), 157-163

 

Baca juga berita dan artikel kami di WA channel kami: WA channel HAFECS