Barito Kuala, 15 April 2025 — Lembaga
konsultan pendidikan HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) turut diundang dalam Pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI yang diselenggarakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun masukan dan data faktual dari daerah dalam bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula berbagai pemangku kepentingan pendidikan seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua PGRI, Dewan Pendidikan, serta tokoh adat dan budayawan. HAFECS yang bernaung di bawah Yayasan Hasnur Centre turut berkontribusi dengan menyampaikan data capaian program dan rekomendasi kebijakan pendidikan.

HAFECS adalah lembaga konsultan pendidikan yang memiliki visi mempercepat transformasi pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Selama delapan tahun beroperasi, HAFECS telah mendampingi lebih dari 178.000 guru dari 429 kota/kabupaten di 32 provinsi dengan pendekatan Teaching Mastery Framework (TMF), kerangka pengajaran yang dikembangkan untuk mendorong pengajaran efektif dan bermakna di ruang kelas.

Program unggulan HAFECS meliputi Program Training Guru dan Calon Guru, Platform Pelatihan Digital, Buku Pendamping Pengajaran, dan Program Riset Pendidikan. Semua program dievaluasi secara berkala oleh HAFECS Research and Publication (HRP), memastikan bahwa pelatihan berdampak langsung pada praktik pengajaran guru dan hasil belajar siswa. Tingkat kepuasan peserta konsisten berada di atas 97%, mencakup materi, metode, hingga kualitas trainer.

Pada forum ini, HAFECS menyampaikan capaian program peningkatan kompetensi guru di Kalimantan Selatan, tren peningkatan skor literasi, numerasi, dan PCK dalam Program Organisasi Penggerak (POP)—kerja sama HAFECS dan BPMP Kalimantan Selatan yang berjalan selama tiga tahun, serta rekomendasi kebijakan berbasis praktik lapangan untuk mendorong efektivitas Merdeka Belajar secara kontekstual.

Wakil Direktur HAFECS, Danang Bagus Yudistira, menyampaikan tiga aspirasi penting dalam pertemuan tersebut. Pertama, perlunya payung kebijakan yang mengatur kemitraan antara Kementerian Pendidikan Dasar (Kemdikdas) dan pihak swasta sebagai mitra kolaboratif dalam pembangunan pendidikan nasional. Kedua, perlu adanya pergeseran paradigma bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik dan fasilitas, tetapi justru ada pada suprastrukturnya berupa perbaikan kemampuan komunikasi gagasan, pedagogi, dan penciptaan pengalaman berbasis pemikiran kritis yang menjadi fundamental pengajaran. Aspirasi ketiga yang disampaikan terkait penyempurnaan kebijakan pendidikan tinggi dan sistem rekrutmen guru.

“Sangat diperlukan seleksi ketat pada calon mahasiswa keguruan, serta penetapan standar kompetensi yang tinggi bagi lulusannya sebelum diterima sebagai tenaga pendidik, sehingga kualitas pendidikan yang diberikan sesuai dengan standar output yang diharapkan,” ujar Danang.

Di Kalimantan Selatan, HAFECS bekerja sama dengan BPMP dalam Program Organisasi Penggerak (POP) selama tiga tahun, yang menunjukkan peningkatan skor literasi, numerasi, dan PCK (Pedagogical Content Knowledge) di kalangan guru peserta program.

HAFECS sebagai bagian dari Yayasan Hasnur Centre terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru dengan pendekatan praktis dan adaptif yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Jurnalis: Farida Hayati dan Danang Bagus Yudistira