Barito Kuala — HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) kembali melaksanakan rangkaian Program Grant Certification Batch #4 pada Selasa, 31 Maret 2026 secara daring. Pada sesi kali ini, tema yang diangkat adalah “Teori-Teori Belajar: Mendesain Level Kognisi Berdasarkan ATM (Analisis, Transformasi, Metakognisi)”. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari para pendidik yang mengikuti sesi dengan penuh antusias hingga kegiatan berakhir.

Dalam pemaparannya, Taufik Hidayat, S.Si., Gr. menjelaskan bahwa teori-teori belajar menjadi landasan utama dalam merancang proses pembelajaran yang efektif. Pemahaman terhadap teori behavioristik, kognitif, hingga konstruktivistik membantu guru dalam menentukan strategi yang tepat sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan landasan teori yang kuat, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses bagaimana siswa memahami dan mengolah informasi.

Dijelaskan juga mengenai pentingnya mendesain level kognisi siswa melalui pendekatan ATM (Analisis, Transformasi, Metakognisi). Pada tahap analisis, siswa dilatih untuk mengidentifikasi dan memahami informasi secara mendalam. Selanjutnya, pada tahap transformasi, siswa didorong untuk mengolah informasi menjadi bentuk baru seperti merangkum, mengaitkan, atau mengaplikasikan konsep. Sementara itu, tahap metakognisi menekankan pada kemampuan siswa dalam merefleksikan proses berpikirnya sendiri, sehingga mereka mampu belajar secara mandiri dan berkelanjutan.

Penerapan desain kognisi berbasis ATM ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan webinar ini menjadi bagian dari komitmen HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam memahami teori-teori belajar serta mengimplementasikannya dalam desain pembelajaran yang inovatif dan relevan. Melalui Program Grant Certification Batch #4, diharapkan para peserta mampu mengembangkan kualitas pembelajaran yang lebih adaptif, reflektif, dan berpusat pada siswa.

Jurnalis: Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamil