Barito Kuala – Melanjutkan seri Training Grant Certification Batch #2, HAFECS mengadakan sesi kedua dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis pada Selasa, 24 September 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WITA ini kembali diselenggarakan secara daring dengan 20 peserta.
Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, Gr. bertindak sebagai fasilitator dalam program sertifikasi TLC yang mengangkat tema “Berpikir Kritis Abad 21”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami konsep fundamental berpikir kritis sebagai kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan yang rasional.
Materi pelatihan mencakup elemen-elemen inti berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Yudhistira menjelaskan bagaimana kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era informasi digital, dimana siswa dihadapkan dengan berbagai sumber informasi yang tidak selalu dapat dipercaya.
Pelatiha ini juga membahas pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk bertanya dan tidak takut mengemukakan pendapat berbeda. Para peserta belajar merancang aktivitas pembelajaran dengan bertujuan untuk melatih siswa untuk berpikir secara sistematis dan logis.
Jurnalis: Syifa’an Kamila


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?