Banjarmasin – Kualitas pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak di masa depan. Menyadari pentingnya peran guru TK/PAUD dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara bersama HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) mengambil langkah strategis melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang komprehensif dengan tujuan untuk menguatkan kompetensi guru jenjang TK/PAUD.
Berlokasi di Hotel Banjarmasin International, pelatihan intensif yang dilaksanakan selama tiga hari (2-4 Juli 2025) ini diikuti oleh lebih dari 100 guru TK/PAUD dari 10 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Mengangkat tema ‘Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAUD melalui Metode Bermain dan Literasi Numerasi Awal’, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang dialami oleh para guru menggunakan pendekatan inovatif dan solutif.

Identifikasi Tantangan Para Guru Jenjang PAUD di Lapangan
Sebagai langkah strategis untuk memberikan rujukan materi yang akan memberikan solusi praktis bagi guru-guru melalui program bimbingan teknis, HAFECS Research & Publication melakukan survei awal guna memahami kondisi nyata yang dihadapi oleh para peserta. Hasil survei tersebut mengungkap berbagai permasalahan mendasar yang selama ini menjadi hambatan dalam proses pembelajaran yang dialami oleh para guru di sekolah, seperti ketidakmampuan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menghadirkan atmosfer pembelajaran yang mampu mendorong kreativitas dan antusiasme anak-anak dalam proses belajar, serta keterbatasan dalam teknik pengelolaan siswa karena keterbatasan fasilitas pendidikan yang tersedia.
Langkah Strategis dalam Menyelesaikan Masalah Pendidikan Jenjang PAUD
Menggunakan pendekatan solution-oriented berdasarkan keresahan para guru, setiap sesi pembelajaran dirancang untuk memberikan solusi konkret yang dapat diterapkan setelah peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.
Pemaparan materi dimulai oleh Ibu Nina Richi Tresy Putri, Sekretaris Umum Yayasan Hasnur Centre sekaligus Tim Pokja Bunda PAUD Bidang Sosialisasi dan Advokasi, di mana beliau memaparkan terkait ‘Mindset Guru PAUD sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini yang Holistik’ yang bertujuan untuk membuka wawasan tentang peran guru sebagai pondasi dalam membentuk masa depan anak.

Pada sesi selanjutnya, guru-guru didorong untuk menciptakan praktik pembelajaran yang utuh dan kontekstual melalui sesi berbasis sharing session bersama Bapak Mustain, kepala sekolah SMP GIBS, dalam sesi ‘Membangun Fondasi Pembelajaran PAUD: Interaksi Positif, Emosi Sosial, Bermain Bermakna, Lingkungan Belajar, dan Kemitraan dengan Keluarga’.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi, kemudian pemaparan materi oleh Bapak Tatang Suratno, yang merupakan seorang pakar dalam bidang holistic education. Mengangkat tema ‘Memahami karakteristik perkembangan anak melalui Bermain, Bercerita, dan Berinteraksi’ , para guru diajak untuk bermain peran (role play) dengan tujuan untuk mengajak guru agar lebih mengenal karakter anak didik dan menyadari pentingnya aspek sosial-emosional dalam membentuk afeksi serta perilaku positif pada anak. Selain itu, pada sesi ini, peserta juga diberikan referensi manajemen kelas yang efektif dan inspiratif dengan menggabungkan nilai sosial, ekspresi seni, dan rasa ingin tahu.

Sesi kemudian dilanjut dengan pembahasan oleh Ibu Desnalia Sari, yang tidak hanya berfokus pada teori, namun juga turut memberikan simulasi bagaimana cara membuat penguatan literasi dan numerasi melalui permainan sederhana melalui sesi yang berjudul ‘Menumbuhkan Literasi & Numerasi Sejak Dini’. Selain membangun manajemen kelas yang kokoh bagi siswa PAUD/TK, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menumbuhkan literasi dan numerasi awal secara menyenangkan dan terintegrasi guna menunjang kemampuan guru dalam merancang pembelajaran.
Harapan akan Rencana Tindak Lanjut yang Terstruktur

Penutupan rangkaian kegiatan bimbingan teknis dihadiri oleh Ketua dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai bentuk dukungan dan komitmen untuk memprioritaskan peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan pelatihan. Dalam sambutannya, Bapak H. Fadilah, S.M. selaku Ketua DPRPD Kabupaten Hulu Sungai Utara menyampaikan bahwa kerja sama antara HSU dan HAFECS yang sudah berjalan dari tahun 2023 membuat para pihak yang terlibat merasa puas.
“Untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah, kita memerlukan sumber daya manusia yang unggul. Dalam mendukung hal tersebut, para pendidik juga harus unggul dan diberikan semangat, pembelajaran, serta pelatihan-pelatihan agar lebih baik lagi,” kata H. Fadilah dalam sambutannya pada seremoni penutupan bimtek.
Guru-guru PAUD menunjukkan antusiasme besar terhadap kelanjutan pelatihan dari HAFECS dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Mereka tidak hanya ingin pelatihan diulang, tetapi juga ingin melibatkan HAFECS secara langsung ke Hulu Sungai Utara. Keinginan ini memupuk semangat HAFECS untuk terus menjangkau guru-guru di seluruh daerah di Indonesia, terutama di Banua.

Jurnalis: Syifa’an Kamila & Yumna A. Maghfirah


Dunia pendidikan perlu kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan pendidikan nasional tercapai.Hafecs terbaik
artikel ini benar karena saya telah mencoba nya sendiri dan itu berhasil 90 sampai 98 persen pelajaran yang sebelumnya tidak…
Terbaik
PCK sangat berpengaruh guna membangun karakter peserta didik guna menunjang pengetahuan yang akan kedepannya
Bagaimana upaya melestarikan budaya nasional pada generasi muda?