Barito Kuala — Dalam rangka memahami keterkaitan antara TMF (Teaching Mastery Framework), Kurikulum Merdeka, Deep Learning, dan pembelajaran berbasis cinta, Kementerian Agama berkolaborasi dengan HAFECS menyelenggarakan program Webinar Kolaborasi pada Jumat (30/01) pukul 10.00–11.30 WITA secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh 128 peserta yang terdiri dari para pendidik dan tenaga kependidikan.

Materi dalam program kolaborasi tersebut berjudul “Webinar Penguatan Pendidikan Karakter melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta” yang dibawakan oleh Taufik Hidayat, S.Si., Gr. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami keterkaitan antara TMF, Kurikulum Merdeka, pendekatan Deep Learning, serta konsep pembelajaran berbasis cinta dalam proses pendidikan, yang didasari oleh Keputusan Menteri Agama Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.

Narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sementara pendekatan Deep Learning mendorong pembelajaran yang tidak hanya menghafal, tetapi memahami konsep secara mendalam, berpikir kritis, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Pendekatan berbasis cinta juga menjadi landasan penting dalam pendidikan, yaitu pembelajaran yang dilandasi empati, kepedulian, dan membangun hubungan positif antara guru dan siswa.

Melalui webinar kolaborasi ini, diharapkan para pendidik dapat memahami bagaimana mengintegrasikan TMF, Kurikulum Merdeka, Deep Learning, dan pembelajaran berbasis cinta dalam kegiatan pembelajaran sehingga tercipta proses belajar yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara menyeluruh.


Jurnalis: Ahmad Asrorul Maula & Nur Syifa | Editor: Syifa’an Kamila